SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bertemu di rumah dinas Wali Kota Surabaya di Jalan Sedap Malam Surabaya, Kamis (10/11/2022) sore.
Hasto tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB, disambut langsung oleh Eri Cahyadi. Terlihat Hasto dan Eri sama-sama mengenakan batik berwarna merah.
Sekitar 20 menit kemudian Khofifah yang mengenakan jilbab putih datang. Sebelum memasuki ruangan untuk menggelar pertemuan tertutup, ketiganya mengobrol di taman samping rumah dinas Eri Cahyadi.
Usai pertemuan, Hasto menyebut dirinya bersama Khofifah mendiskusikan persoalan fundamantel, yakni strategi Jawa Timur untuk turut terta mencerdaskan generasi bangsa.
“Berbagai hal kami bahas, tapi yang paling fundamental ialah bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa, dan pemajuan kebudayan, serta mengakselerasi pertumbuhan di Jawa Timur dengan berbasis ekonomi kerakyatan,” beber Hasto.

Dia mengaku puas mendengar perkembangan pendidikan Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah. Dirinya turut berbangga mendengar capaian Jawa Timur yang sukses meningkatkan jumlah mahasiswa Jatim kuliah di berbagai perguruan tinggi bergengsi di seluruh Indonesia.
“Beliau memiliki perhatian yang tinggi. Berbagai langkah terobosan terus dilakukan Jawa Timur,salah satunya dengan sistem boarding school. Program tersebut mampu meningkatkan jumlah siswa di Jawa Timur untuk diterima di berbagai perguruan tinggi bergensi,” ujarnya.
DI hadapan para wartawan, Hasto juga mengapresiasi kinerja Jawa Timur dalam menjaga pertumbuhan perekonomian agar tetap stabil. Di tengah situasi pandemi dua tahun belakangan, dan krisis global, Jawa Timur tidak masih berhasil mencapai pertumbuhan perekonomian di atas rata-rata.
“Berdasarkan laporan Pak Kusnadi (Ketua DPRD Jatim), dan Bu Untari (Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim), menunjukkan perkembangan ekonomi yang begitu menggembirakan. Jawa Timur begitu luar biasa, bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata, di tengah situasi pandemi ataupun krisis global,” kata Hasto.
Untuk itu, dia akan terus melakukan koordinasi dan sinergi demi mewujudkan pendidikan layak bagi bangsa Indonesia. “Saat ini kita juga berfokus mendorong dan memberikan dukungan positif bagi nahdliyin di Jawa Timur,” pungkasnya. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










