Minggu
13 September 2026 | 10 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua Komisi B DPRD Jember Minta Dinas Sikapi Perbedaan HET Pupuk Subsidi

pdip-jatim-241216-candra-dprd-jember

JEMBER – Perbedaan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di Jember, memantik polemik di kalangan petani. Demikian disampaikan Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto saat di gedung DPRD Jember, Senin (16/12/2024).

“Memang persoalan pupuk ini cukup banyak di lapangan. Pasalnya saat ini sudah kami sampaikan kepada petani untuk segera melakukan pengisian luasan lahan di E-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK),” ujar Candra.

Pengisian E-RDKK ini bertujuan agar petani yang tergabung dalam kelompok tani, mendapatkan jatah pupuk bersubsidi.
Dan terakhir proses input pada 7 November 2024 lalu. Tapi, sebut Candra, Komisi B masih belum dapat laporan jumlahnya.

Meski demikian, dari hasil turun ke masyarakat, sebut Candra, ada beberapa keluhan persoalan HET pupuk bersubsidi di Jember.

Menurutnya, HET yang diterima masyarakat terkait pupuk bersubsidi ini tidak sesuai dengan HET yang telah ditentukan pemerintah.

Pupuk bersubsidi di Jember saat ini stoknya cukup melimpah, sehingga ditengarai banyak permainan dari kios-kios yang menjual harga pupuk bersubsidi jauh di atas HET.

“Jadi kami terima ada praktik di lapangan bahwa kios menjual pupuk bersubsidi dengan metode bundling dengan pupuk non subsidi,” bebernya.

Dia menilai, praktik ini ilegal dan tidak sesuai dengan SOP yang telah ditentukan pemerintah pusat, sehingga ini menjadi polemik di masyarakat.

“Padahal masyarakat petani bisa mengecek di aplikasi iPubers, yang bisa mengetahui jumlah luasan petani dan jumlah pupuk bersubsidi serta harga yang harus dibayarkan,” jelas Candra.

Untuk itu politisi PDI Perjuangan ini segera minta koordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember.

Tujuannya, meminta kepada Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan untuk merevitalisasi Gakpoktan di Jember dengan cara menambahkan anak-anak muda serta perempuan, yang mampu mengoperasikan aplikasi sehingga pupuk bersubsidi bisa tepat sasaran.

“Adanya perbedaan HET ini sangat merugikan petani, maka perlu langkah serius untuk bisa menselaraskan HET di Jember. Sebab praktik yang dilakukan ini ilegal,” tutupnya. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pertanyakan RTRW Belum Rampung sejak 2024, Candra: Akan Berdampak pada Tata Kelola Pupuk

JEMBER – Rencangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember, Jawa ...
RUANG MERAH

Desil Bukan Sekadar Angka, Ada Wajah Warga di Baliknya

Oleh Priyanto BELAKANGAN ini, ada satu kata yang semakin sering terdengar dalam percakapan tentang bantuan ...
SEMENTARA ITU...

Wakil Ketua DPRD Magetan Suyatno Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa di Panekan

MAGETAN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, H. ...
LEGISLATIF

Rekomendasikan Pemutakhiran Data Desil, DPRD Trenggalek Minta BPS dan Dinsos Turun ke Lapangan

TRENGGALEK – DPRD Trenggalek merekomendasikan pemutakhiran data desil secara langsung di lapangan untuk mengatasi ...
SEMENTARA ITU...

Yuzar: Kader Digital Harus Kritis, Jangan Mudah Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuzar Rasyid, mengingatkan kader digital Muhammadiyah ...
KABAR CABANG

Probolinggo Siaga Darurat Kekeringan, PDI Perjuangan Instruksikan Kader Jadi Early Warning System

KABUPATEN PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah dengan status Siaga Darurat Kekeringan di ...