
SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono disambati warga tentang kebutuhan SMA dan SMK Negeri di Gununganyar.
“Saat saya reses di Gunung Anyar, Sabtu (1/2/2020) malam, ada warga menanyakan kapan di Kecamatan Gununganyar akan dibangun SMA Negeri dan SMK Negeri? Padahal di sini banyak tanah pemerintah,” ungkap Adi Sutarwijono, Senin (3/2/2020).
Menurut Awi, sapaan akrabnya, warga sudah menunggu bertahun-tahun keberadaan SMAN/SMKN tersebut. Keluhan itu diungkapkan Syamsul, warga Kelurahan Rungkut Tengah, saat reses berlangsung.
Diketahui jika musim penerimaan siswa baru, anak-anak di kecamatan yang terletak di timur selatan dan pesisir pantai Kota Pahlawan itu harus mendaftar ke kecamatan tetangga, jika mau mendaftar ke SMPN, SMAN, dan SMKN.
Menurut Syamsul, baru 3 tahun ini dibangun satu SMP Negeri dan bisa menampung anak-anak warga Gununganyar. Selain membutuhkan SMA Negeri dan SMK Negeri, warga pun berharap dibangun satu lagi SMP Negeri.
Awi menjelaskan, saat ini jenjang pendidikan SMA dan SMK di bawah wewenang Pemprov Jawa Timur. Sedang Pemkot Surabaya mendapat kewenangan pengelolaan PAUD, SD dan SMP.
“Yang untuk usulan pembangunan lagi SMP Negeri, akan kita sampaikan pada Wali Kota Surabaya Bu Risma. Juga akan diperjuangkan Fraksi PDI Perjuangan di Gedung DPRD,” ujarnya.
Sekarang, lanjut Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini, akses keluar-masuk Gununganyar relatif lebih mudah. Yakni dengan dibangunnya Jalan Raya MERR yang dinamai Jalan Dr. Ir. H. Soekarno, yang tembus ke jalan tol di perbatasan Pondok Chandra.
Pembangunan Jalan MERR dikerjakan ketika era Wali Kota Surabaya Bambang DH dilanjutkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Dia mengungkapkan, saat ini anggaran pendidikan lebih dari Rp2 triliun atau 21 persen, dari total APBD 2020 sebesar Rp10,3 triliun. Anggaran ini di antaranya untuk menjamin pendidikan gratis untuk siswa-siswa SD Negeri dan SMP Negeri seluruh Surabaya.
“Juga, untuk memberi subsidi bagi sekolah-sekolah swasta dalam bentuk BOPDA (Bantuan Operasional Daerah),” jelas mantan wartawan ini.
DPRD dan Wali Kota Tri Rismaharini, imbuhnya, juga mengalokasikan anggaran untuk beasiswa bagi warga Surabaya yang menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi dan diploma.
“DPRD dan Bu Risma memberi perhatian penting terhadap kebutuhan pendidikan dan masa depan anak-anak muda Surabaya,” pungkasnya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









