Senin
18 Mei 2026 | 7 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua DPRD Ngawi Cek Perbaikan Infrastruktur Rusak Akibat Cuaca Ekstrem, Minta BPPD Mitigasi Terukur

IMG-20260226-WA0013_copy_511x342

NGAWI – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Ngawi dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak. Hujan berintensitas tinggi memicu jalan ambrol hingga jembatan putus di beberapa wilayah.

Salah satu jalan penghubung antar desa di Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, ambrol sepanjang puluhan meter pada Sabtu (14/2/2026) setelah diguyur hujan deras selama berjam-jam.

Saat ini, titik terdampak telah memasuki tahap perbaikan dengan pemasangan bronjong berisi batu guna menahan pergerakan tanah sembari menunggu proses normalisasi.

Di wilayah lain, jembatan penghubung dua desa di Kecamatan Ngrambe putus total pada Senin (23/2/2026). Peristiwa tersebut mengganggu mobilitas warga, termasuk para siswa yang setiap hari melintasi akses tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, Rabu (25/2/2026), meninjau langsung lokasi terdampak di Kecamatan Ngrambe dan Paron.

Dalam kesempatan itu, ia menyatakan DPRD akan segera memanggil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi untuk mendengarkan evaluasi menyeluruh terkait banjir yang belakangan kerap terjadi.

“Jika banjir ini terjadi tanpa mitigasi yang jelas dan akurat, kejadian ini akan terus terulang kembali. Kami akan memanggil BPBD Ngawi,” tegasnya.

Legislator PDI Perjuangan itu menilai banjir membawa dampak luas bagi masyarakat, mulai dari areal pertanian terendam, infrastruktur jalan rusak, hingga kerusakan rumah warga.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam melakukan penanganan awal.

“Kami mengapresiasi Pemkab Ngawi yang langsung melakukan perbaikan jalan di Desa Jeblogan. Untuk jembatan di Ngrambe mungkin masih proses karena baru kemarin ambrol,” ujarnya.

Bersama Jaga Lingkungan
Pak King menambahkan, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan, khususnya daerah resapan air di wilayah hulu. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai maupun selokan sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga kelestarian lingkungan.

“Bisa saja karena serapan air di atas ada kendala, misalnya pohon gundul dan sebagainya. Tadi saya mendapat keterangan warga, hujan deras membawa material perkebunan dan sampah sehingga jembatan tidak mampu menahan dan akhirnya ambrol,” ungkapnya.

Ia berharap evaluasi dan mitigasi yang lebih terukur dapat dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang di kemudian hari. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Lamongan Siap Tuntaskan Kepengurusan di Tingkat Dusun dan RW

PDIP Lamongan menargetkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat ranting dan anak ranting di 1.400 dusun. LAMONGAN ...
HEADLINE

PDIP Jatim Pastikan Anak Muda Terlibat Langsung dalam Pengambilan Keputusan Partai

PDIP Jatim membuka ruang besar bagi generasi muda agar terlibat langsung dalam pengambilan keputusan partai. ...
KRONIK

Bupati Bangkalan Luncurkan Program Subsidi Nol Persen untuk UMKM

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan meluncurkan program subsidi bunga nol persen bagi pelaku Usaha ...
KABAR CABANG

Ketika Tari Jaka Mada Menjadi Ruh Pelantikan PAC dan KSB Ranting PDIP Lamongan

Tari Jaka Mada memukau pelantikan PAC dan KSB Ranting PDIP Lamongan dengan pesan kepemimpinan, budaya, dan semangat ...
RUANG MERAH

Dolar Memang Tidak Dipakai di Desa, Tetapi Dampaknya Masuk Sampai ke Dapur

Oleh Didik Prasetiyono* PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk bahwa “rakyat desa nggak pakai dolar” ...
KABAR CABANG

Bamusi Tulungagung Dorong Percepatan Perda Minol untuk Kendalikan Peredaran Alkohol

TULUNGAGUNG – Pengurus Cabang Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Tulungagung mendorong DPRD dan ...