TRENGGALEK – KONI Kabupaten Trenggalek mulai memasang target tinggi untuk cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan. Tiga medali emas dibidik dari cabang olahraga bela diri yang kini semakin diminati kalangan muda tersebut.
Target itu disampaikan Ketua KONI yang juga Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, saat membuka kejuaraan Street Combat memperebutkan Bupati Trenggalek Cup di GOR Gajah Putih, Minggu (16/8/2026).
Kejuaraan yang memasuki penyelenggaraan ketiga tersebut diikuti sekitar 40 petarung dari berbagai kelas. Selain memperebutkan gelar juara, para atlet mendapat kesempatan menguji kemampuan, strategi, dan mental bertanding.
“Ajang ini sudah digelar kali ketiga. Tentunya banyak harapan yang disuarakan. Salah satunya mampu unjuk gigi di ajang Porprov nanti,” kata Doding.
Menurutnya, target tiga emas bukan sekadar ambisi. Perkembangan MMA di Trenggalek dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan potensi yang semakin besar.
Olahraga bela diri campuran tersebut mulai menjadi alternatif bagi anak-anak muda selain pencak silat.
Sejumlah kejuaraan yang rutin digelar juga membuka ruang bagi atlet untuk memperoleh pengalaman bertanding.
“Diakui atau tidak, MMA terus tumbuh. Maka dari itu, kejuaraan ini setidaknya menjadi batu pijakan. Intinya, menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan, mental bertanding, serta menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat,” ujar Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek ini.
Doding mengatakan KONI Trenggalek berkomitmen menjadikan kompetisi rutin sebagai bagian dari pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Menurutnya, atlet tidak cukup hanya berlatih. Mereka membutuhkan jam terbang untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun mental ketika menghadapi lawan dengan karakter dan gaya bertanding yang berbeda.
“Street Combat bukan sekadar pertandingan, tetapi juga bagian dari proses,” katanya.
Sebagai induk organisasi olahraga di Kabupaten Trenggalek, KONI akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan yang mampu membuka ruang pembinaan atlet muda.
Dengan kompetisi yang rutin dan pembinaan yang konsisten, potensi petarung muda diharapkan semakin terarah sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap prestasi olahraga daerah.
“Kami yakin dengan pembinaan yang konsisten dan kompetisi yang rutin, potensi atlet muda dapat berkembang secara maksimal sehingga mampu menambah pundi-pundi prestasi bagi Kabupaten Trenggalek,” jelas Doding.
Dia optimistis target tiga medali emas MMA pada Porprov mendatang dapat diwujudkan. Namun, ia menyadari persaingan akan cukup ketat karena daerah lain juga memiliki petarung-petarung potensial.
Karena itu, target tersebut harus dibarengi dengan latihan yang disiplin, persiapan matang, serta dukungan seluruh pihak.
“Tahun depan kami berharap MMA mampu mendulang tiga medali emas. Dengan kerja keras, disiplin latihan, dan dukungan semua pihak, target medali emas bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan,” pungkasnya.
Bagi KONI Trenggalek, 40 petarung yang turun di Street Combat bukan sekadar peserta kejuaraan. Dari atas matras itulah proses panjang mencari dan menempa calon peraih medali Porprov dimulai. (azz/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













