MAGETAN – Ketua DPRD Magetan, Sujatno melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Pupuk Indonesia Gudang Magetan di Desa Sugihwaras Kecamatan Maospati, Rabu (30/11/2022).
Sidak bersama Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) menindaklanjuti keluhan para petani terkait kelangkaan pupuk.
“Banyak keluhan dari petani terkait kelangkaan pupuk saat musim tanam seperti ini,” ujar Sujatno. “Keluhan terjadi kami temui di banyak tempat,” imbuhnya.
Berdasarkan data dinas TPHPKP saat ini, lanjut Sujatno, dari dua jenis pupuk yaitu Urea dan NPK masih tersedia sekitar 11 ribu ton. Dari informasi itu maka dilakukan pengecekan di gudang.
Hasil sidak, kata Sujatno merujuk keterangan dari perwakilan PT Pupuk Indonesia, ada kendala dalam pendistribusian pupuk ke tingkat agen.

“Selain itu, dari dinas pun kita dapatkan data berdasarkan SK Gubernur, ada pengurangan kuota pupuk di Kabupaten Magetan sebesar 1.800 ton,” katanya.
Sujatno berharap, PT Pupuk Indonesia Gudang Sugihwaras segera memaksimalkan pendistribusian ke tingkat agen. Karena berdasarkan data per akhir Oktober, masih ada 11 ribu ton.
“Dan ini sudah akhir bulan November. Harus diusahakan pendistribusian semaksimal mungkin sampai tanggal 25 Desember, pupuk sudah sampai ke petani,” katanya.
Jika dalam pelaksanaan pendistribusian ini ada kendala, Sujatno meminta pihaknya untuk dikabari. “Untuk ita carikan solusi sehingga distribusi pupuk lancar dan tidak ada keluhan kelangkaan,” pungkas Sujatno. (rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










