Selasa
21 Juli 2026 | 8 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketika UMKM Kue Jadul dan Komunitas Gowes Bertemu di Ecopark Randuagung

IMG-20260601-WA0019_copy_3515x2809_copy_703x488

GRESIK – Pemerintah Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, meluncurkan Pasar Ahad Jajanan Jadul di Ecopark Desa Randuagung, Minggu (31/5/2026).

Mulanya, Ecopark ini adalah ruang terbuka hijau bagi warga setempat. Lambat laun, tempat ini makin banyak dikunjungi warga, menjadi semacam ruang lega. Ada yang memanfaatkan sebagai tempat olahraga, jalan hingga bersepeda santai, hingga sekadar cuci mata sembari jajan.

Potensi kerumunan dicermati pemerintah desa tempat, terutama saat hari Minggu. Terbersit ide mempertemukan komunitas dan pedagang dalam waktu tertentu di tempat ini. Jadilah: Pasar Ahad Jajanan Jadul.

Kepala Desa Randuagung Khambali mengatakan, Pasar Ahad Jajanan Jadul akan digelar secara rutin setiap bulan pada pekan kedua. Program ini diharapkan menjadi agenda wisata desa yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Beragam kuliner tradisional khas Nusantara tersaji, mulai dari cenil, klepon, lupis, putu, kue cucur hingga aneka makanan dan minuman tradisional yang mengundang nostalgia para pengunjung,” imbuhnya.

Tidak hanya berburu kuliner, masyarakat juga mengikuti gowes bersama mengelilingi wilayah Desa Randuagung dan kawasan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi simbol semangat hidup sehat, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan diresmikannya Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul, Ecopark Desa Randuagung diharapkan semakin berkembang sebagai pusat kegiatan masyarakat, penggerak ekonomi desa, sekaligus destinasi wisata unggulan yang mampu mengangkat potensi lokal ke tingkat yang lebih luas.

Anggota DPR RI Komisi VII Nila Yani Hardiyanti turut hadir dan mengapresiasi inovasi pemerintah desa.

Menurutnya, program tersebut memiliki nilai lebih karena tidak hanya menghadirkan kegiatan rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi warga desa.

“Komunitas gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul ini bukan sekadar tempat berkumpul dan berolahraga. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang sekaligus menjaga eksistensi jajanan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa,” ujarnya.

Mbak Nila, sapaan akrabnya, menilai Ecopark Randuagung memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus destinasi wisata berbasis desa yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.

“Ketika olahraga, wisata, budaya, dan UMKM disatukan dalam satu konsep, maka akan lahir dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Ini yang perlu terus dijaga dan dikembangkan,” ungkap politisi PDI Perjuangan tersebut.(mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...