GRESIK – Pemerintah Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, meluncurkan Pasar Ahad Jajanan Jadul di Ecopark Desa Randuagung, Minggu (31/5/2026).
Mulanya, Ecopark ini adalah ruang terbuka hijau bagi warga setempat. Lambat laun, tempat ini makin banyak dikunjungi warga, menjadi semacam ruang lega. Ada yang memanfaatkan sebagai tempat olahraga, jalan hingga bersepeda santai, hingga sekadar cuci mata sembari jajan.
Potensi kerumunan dicermati pemerintah desa tempat, terutama saat hari Minggu. Terbersit ide mempertemukan komunitas dan pedagang dalam waktu tertentu di tempat ini. Jadilah: Pasar Ahad Jajanan Jadul.
Kepala Desa Randuagung Khambali mengatakan, Pasar Ahad Jajanan Jadul akan digelar secara rutin setiap bulan pada pekan kedua. Program ini diharapkan menjadi agenda wisata desa yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Beragam kuliner tradisional khas Nusantara tersaji, mulai dari cenil, klepon, lupis, putu, kue cucur hingga aneka makanan dan minuman tradisional yang mengundang nostalgia para pengunjung,” imbuhnya.
Tidak hanya berburu kuliner, masyarakat juga mengikuti gowes bersama mengelilingi wilayah Desa Randuagung dan kawasan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi simbol semangat hidup sehat, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan diresmikannya Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul, Ecopark Desa Randuagung diharapkan semakin berkembang sebagai pusat kegiatan masyarakat, penggerak ekonomi desa, sekaligus destinasi wisata unggulan yang mampu mengangkat potensi lokal ke tingkat yang lebih luas.

Anggota DPR RI Komisi VII Nila Yani Hardiyanti turut hadir dan mengapresiasi inovasi pemerintah desa.
Menurutnya, program tersebut memiliki nilai lebih karena tidak hanya menghadirkan kegiatan rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi warga desa.
“Komunitas gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul ini bukan sekadar tempat berkumpul dan berolahraga. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang sekaligus menjaga eksistensi jajanan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa,” ujarnya.
Mbak Nila, sapaan akrabnya, menilai Ecopark Randuagung memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus destinasi wisata berbasis desa yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.
“Ketika olahraga, wisata, budaya, dan UMKM disatukan dalam satu konsep, maka akan lahir dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Ini yang perlu terus dijaga dan dikembangkan,” ungkap politisi PDI Perjuangan tersebut.(mus/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










