Sabtu
16 Mei 2026 | 11 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kenang Kudatuli, Buleks Ajak Kader Banteng Rawat Semangat Perjuangan Demokrasi

pdip jatim 250727 buleks kudatuli 1

SURABAYA — Dalam momen mengenang 29 tahun peristiwa Kudatuli (Kerusuhan 27 Juli 1996), Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono, menggelar peringatan sekaligus refleksi perjuangan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat di Kota Surabaya, Minggu (27/7/2025).

Peringatan ini tidak hanya menjadi momen penghormatan terhadap sejarah perjuangan politik PDI Perjuangan, tetapi juga ajakan untuk terus merawat semangat dan nilai-nilai demokrasi yang telah diperjuangkan para kader Promeg (Pro Megawati) di masa lalu.

Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya yang akrab disapa Buleks ini menekankan pentingnya memahami semangat dan pengorbanan para pejuang Promeg pada masa itu.

Dia menyampaikan bahwa Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah, tetapi merupakan pijakan penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

“Semangat dengan refleksi Kudatuli harus tetap bisa dipahami, bagaimana perjuangan dan pengorbanan teman-teman Promeg saat itu dalam memperjuangkan demokrasi,” tutur Budi Leksono.

Dia mengajak seluruh jajaran partai, dari struktur akar rumput hingga ke tingkat atas, untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan militansi dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi yang telah ditanamkan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Ia menegaskan bahwa seluruh kader harus bergerak bersama dalam satu barisan yang solid di bawah kepemimpinan Ibu Megawati.

“Semangat ini harus kita rawat dan kita teruskan ke generasi kita. Semua harus bisa bergerak bersama, di barisan Ketua Umum, Ibu Megawati, dalam mempertahankan demokrasi di Indonesia. Dari jajaran anak ranting, ranting, PAC, semua harus solid,” tegasnya.

Dengan mengangkat semangat refleksi dan perjuangan masa lalu, Budi Leksono berharap kader-kader muda PDI Perjuangan dapat memahami bahwa partai ini dibangun di atas fondasi perjuangan, pengorbanan, dan idealisme yang tidak boleh dilupakan.

“Perjuangan itu bukan dimulai hari ini, tapi sudah berdarah-darah sejak puluhan tahun lalu. Kita sebagai generasi penerus harus mampu menjaga amanah sejarah itu dan tidak terjebak dalam pragmatisme politik,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Minta Tak Ada Lagi Sewa Komersial untuk Seniman Surabaya di Fasilitas Publik

Eri Cahyadi meminta fasilitas publik di Surabaya tidak lagi menarik sewa komersial bagi seniman lokal yang ...
LEGISLATIF

Harga Telur Anjlok, Plt Ketua DPRD Magetan Desak Pemkab, Minta Dapur MBG Borong dari Peternak Lokal

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat ...
LEGISLATIF

Serap Aspirasi Warga, Sutardi Gelar “Ngobar” Bersama Komunitas

MADIUN — Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun, Sutardi menggelar kegiatan Ngopi Bareng atau “Ngobar” bersama warga ...
LEGISLATIF

Perkuat Wajah Kota Surabaya, Baktiono Dorong Revitalisasi Pasar Keputran Selatan Bergaya Eropa

Baktiono mendorong revitalisasi Pasar Keputran Selatan bergaya Eropa demi memperkuat wajah Kota Surabaya. SURABAYA ...
EKSEKUTIF

Pemkab Blitar Dukung Penguatan Pendidikan Berbasis Keagamaan

Rijanto berharap lembaga pendidikan keagamaan menjadi garda terdepan mencetak generasi Islami unggul dan ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Tulungagung Bakal Tingkatkan Pengawasan terhadap Tata Kelola Daerah

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung berkomitmen meningkatkan fungsi ...