JOMBANG – Paslon (pasangan calon) Bupati dan wakil bupati Jombang Mundjidah Wahab-Sumrambah saat debat perdana, Sabtu, (19/10/2024) mengenakan busana khas daerah, yakni Jombang Deles. Keduanya nampak kompak memperkenalkan busana dengan perpaduan warna putih dan hijau tersebut.
Penggunaan busana khas Jombang diakui pasangan berakronim MuRah itu sebagai bukti kecintaan mereka terhadap produk lokal. Sekaligus, menjadi upaya keduanya untuk turut memasarkannya kepada khalayak luas.
Seperti diketahui, busana Jombang Deles merupakan busana khas daerah yang diresmikan Bupati Mundjidah ketika peringatan hari jadi Kabupaten Jombang yang ke-112.
Secara umum busana tersebut memiliki dua warna yang terdiri dari hijau dan putih. Pada bagian motifnya, desain maupun ornamen, terdapat unsur kesenian ludruk, cekdongan, hingga benda bersejarah peninggalan Majapahit.
Unsur-unsur tersebut merupakan refleksi sejarah, serta nilai luhur dari masyarakat Kabupaten Jombang itu sendiri.
Untuk visi-misi jangka panjang yang berkenaan dengan kearifan budaya lokal, Mundjidah menegaskan, bahwa bersama Sumrambah dirinya bakal menggenjot upaya pemasaran maupun promosi sektor bisnis Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Jombang.
Menurutnya, IKM di Kabupaten Jombang memiliki persoalan pada sisi pemasaran. Untuk itu, diperlukan aktifitas pemasaran yang masif dan terstruktur agar produk lokal Kabupaten Jombang bisa bersaing dengan produk dari luar daerah maupun produk keluaran pabrik.
“Akar permasalahan IKM adalah pemasaran. Untuk itu, kita selalu memakai dan menggunakan produk Jombang. Saat ini kami memakai batik deles, ini hasil produk Jombang,” kata Mundjidah saat menjawab pertanyaan panelis.
“Sebagai bagian dari upaya promosi, nanti semua ASN akan menggunakan produk-produk Jombang,” lanjut bupati Jombang periode 2018-2023 ini.
Dalam upayanya mempromosikan produk IKM, Mundjidah mengaku jika itu sudah dilakukannya sejak pasangan Mundjidah – Sumrambah itu menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jombang. Upayanya tersebut menurut dia sudah berjalan baik, hanya saja memerlukan beberapa penyempurnaan.
“Kemarin yang sudah kami lakukan, ada Bulaga (Bupati Melayani Warga). Selain itu promosi di luar daerah juga kita lakukan untuk mempromosikan produk Jombang,” ujarnya.
Mengenai upaya-upaya proaktif ke depannya, pasangan Mundjidah-Sumrambah sudah menyiapkan program untuk mendukung tumbuh kembang IKM maupun UMKM.
Pasangan calon petahana tersebut mengatakan, akan memaksimalkan fungsi intermediasi perbankan dalam penyaluran kredit produktif ke sektor riil. Nilai fasilitasi kredit juga disebutnya akan terus meningkat.
Selain itu, peranan pasar modal dan lembaga keuangan non bank akan lebih mereka tingkatkan lagi untuk bisa menciptakan sektor keuangan yang kuat, efisien, dan kompetitif. (fath/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










