Selasa
29 September 2026 | 7 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kebijakan Gas Nasional Mandek, Industri Tercekik, Novita Hardini: Hentikan Saling Lempar Tanggung Jawab!

pdip jatim 250929 NH

JAKARTA – Anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Novita Hardini mengkritik tajam kebijakan gas nasional yang dinilai menghambat pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri.

Kritikan itu dia lontarkan saat rapat dengar pendapat Komisi VII DPR RI dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN), di gedung DPR Senayan, Senin (29/9/2025).

Legislator dari Dapil 7 Jawa Timur itu menegaskan bahwa tumpang tindih kebijakan dan pembatasan penyaluran gas telah membuat industri padat energi “nyaris tidak bisa bernapas.”

“Kita tidak bisa menutup mata, Industri manufaktur mandek karena kita belum mampu mengurai masalah ego sektoral. PGN dan Kemenperin jangan hanya saling lempar tanggung jawab,” tegas Novita.

Dia menyoroti kebijakan pembatasan volume penyaluran gas dan tambahan biaya distribusi yang diterapkan PGN. Kebijakan tersebut, menurutnya, telah memukul pelaku industri yang bergantung pada pasokan gas.

“Pembatasan kuota dan biaya tambahan membuat banyak pelaku industri tercekik. Ini bukan sekadar hitung-hitungan teknis operasional mereka melambung tinggi dan banyak yang terpaksa gulung tikar. Industri padat energi bahkan sudah kesulitan untuk sekadar bernapas,” ungkapnya.

Meski PGN berperan sebagai pelaksana, legislator Perempuan satu-satunya dari dapil 7 Jawa Timur itu menuntut perusahaan pelat merah itu untuk memberikan penjelasan terbuka terkait ketidakjelasan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang dinilai tidak konsisten di lapangan.

“PGN tidak bisa hanya berdalih bahwa kebijakan ada di kementerian. Sebagai pelaksana, PGN tetap punya tanggung jawab untuk memberikan penjelasan dan mencari solusi. Kami di Komisi VII butuh jawaban konkret, bukan sekadar melempar masalah ke pihak lain, Sebab, masalah industri tidak akan selesai jika lintas kementerian dan lembaga masih belum menurunkan ego sektoralnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Novita Hardini menekankan jika pemerintah harus segera membereskan ego sektoral antar kementerian dan lembaga.

“Kalau kebijakan gas tetap tidak jelas, industri nasional akan terus tersandera. Jangan sampai masa depan industri kita hancur hanya karena kementerian dan BUMN saling melempar tanggung jawab,” tutupnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Bangkalan Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Guruh Soekarnoputra

BANGKALAN – Duka atas wafatnya Guruh Soekarnoputra terasa di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan. Sebagai ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Dorong Warga Trenggalek Optimalkan SDA, Dongkrak PAD dan Ekonomi Lokal

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendorong masyarakat Trenggalek mengoptimalkan potensi ...
LEGISLATIF

Sri Untari Dorong Pergub Perda Disabilitas Segera Disusun, KDD Jadi Prioritas

SURABAYA – DPRD Jawa Timur mendorong tiga Peraturan Gubernur (Pergub) segera disusun setelah Perda tentang ...
KRONIK

Ketua DPRD Banyuwangi Dorong Posko Pengaduan di Ketapang, Solusi Sumbatan Aspirasi Pengguna Jasa

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, mendorong pembentukan posko pengaduan di ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali Perlindungan PRT, Soroti Penampungan dan Denda yang Memberatkan

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Perlindungan Pekerja ...
KRONIK

Said Abdullah Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Pemuda dan Mahasiswa Sumenep

SUMENEP – Pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan dinilai perlu terus diperkuat di kalangan generasi muda, ...