Minggu
01 November 2026 | 6 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kasus Covid Meningkat, Bupati Ipuk Minta Sekolah Perketat Penerapan Prokes

PDIP-Jatim Bupati Ipuk 16022022

BANYUWANGI – Merespon meningkatnya angka Covid-19 di Banyuwangi, Bupati Ipuk Fiestiandani bergerak cepat dengan mendatangi sejumlah sekolah yang menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), meminta agar penerapan protokol kesehatan (prokes) lebih diperketat.

Menurut Ipuk, setiap sekolah yang melaksanakan PTM harus mulai melakukan langkah antisipasi melihat saat ini kasus Covid-19 sedang mengalami kenaikan. Salah satunya dengan lebih memperketat penerapan prokes di lingkungan sekolah serta menjalin kerjasama dengan Satgas Covid dalam melakukan proteksi untuk mengindari siswa dari penularan Covid-19.

“Saya ingin memastikan sekolah-sekolah ini harus mulai merespon cepat terkait kondisi saat ini. Selain lebih memperketat prokes, saya juga minta agar setiap sekolah dapat melakukan proteksi melalui kerjasama dengan Satgas Covid yang ada di kecamatan. Kalaupun nanti ditemukan kasus, segera konsultasikan dengan dengan Dinas Pendidikan untuk menentukan langkah apa yang harus diambil,” kata Ipuk saat mengunjungi SD Tembokrejo Kecamatan Muncar, Rabu (16/2/2022).

Kepala daerah dari PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, di Banyuwangi saat ini terdapat 999 kasus aktif Covid-19. Dengan kondisi semacam itu, Ipuk mengimbau semua sekolah agar jauh lebih berhati-hati dan terus memantau kondisi guru serta muridnya.

“Cek segera. Kalau ada yang sakit segera dites dan dilakukan tracing dengan segera. Semua harus bergerak cepat menyesuaikan dengan kondisi saat ini,” jelas Ipuk.

Selain itu, untuk lebih meningkatkan proteksi dan menekan terjadi penularan Covid-19, Ipuk meminta pihak sekolah agar mulai menerapkan sistem pembelajaran terbatas, di mana siswa yang mengikuti PTM, waktu masuknya dibagi, serta kehadiran siswa tidak lebih dari 50 % dari kapasistas ruang kelas.

“Agar lebih efektif dalam menekan angka penularan Covid ini, saya minta sekolah-sekolah mulai menerapkan pembelajaran terbatas. Jadi, waktu pembelajarannya nanti dibagi dan siswa yang masuk kelas juga dibatasi tidak lebih dari 50% dari kapasitas ruangan ,” tandas Ipuk. (ryo/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...