oleh

KA Lingkar Bali Harus Perhatikan Radius Kesucian Pura

pdip-jatim-prananda-prabowoGIANYAR – Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDI Perjuangan Prananda Prabowo mengatakan bahwa roadmap pembangunan Kereta Api Lingkar Bali harus diperjuangkan.

Dalam roadmap pembangunan Kereta Api Lingkar Bali yang dia susun bersama timnya, jelas Prananda, berada dalam kerangka kebijakan pembangunan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana.

“Roadmap ini harus diperjuangkan agar segera dapat diwujudkan tanpa mengabaikan aspek tradisi, spiritual dan estetika Bali, termasuk radius kesucian pura,” tandas Prananda Prabowo, kemarin.

Hal itu dia sampaikan, dalam amanat tertulis yang dibacakan Sekretaris Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, saat menghadiri Rapat Kerja Cabang (Rakercab) I PDI Perjuangan Kabupaten Gianyar, di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gianyar, Jumat (16/7/2016).

Pembangunan Kereta Api Lingkar Bali, jelas Prananda, akan menghadirkan moda transportasi publik dan barang. Melalui Kereta Api Lingkar Bali ini, nantinya bisa mengintegrasikan seluruh kabupaten/kota di Bali yang akan memberikan keuntungan ekonomi bagi rakyat Pulau Dewata.

“Di samping memberikan keuntungan ekonomi bagi rakyat Bali, di sisi lain juga justru dapat memperkuat spiritualitas dan tradisi yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan bermasyarakat Bali,” ujarnya.

Di acara rakercab tersebut, Rieke Diah Pitaloka menyerahkan roadmap pembangunan Kereta Api Lingkar Bali yang telah disusun Prananda Prabowo bersama timnya kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster.

Wayan Koster pun menyatakan siap memperjuangkannya dengan penuh tanggung jawab bersama tiga pilar PDI Perjuangan Bali (struktur, legislatif dan eksekutif).

“Kami akan melibatkan rakyat Bali agar pembangunan Kereta Api Lingkar Bali menjadi kenyataan. Tidak sekadar ada di atas kertas perencanaan pembangunan semata,” ucap Koster. (goek/*)