Rabu
05 Agustus 2026 | 9 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jumlah Pasien Meningkat, DPRD Jember Minta RSUD Soebandi Optimalkan Layanan Nakes

pdip jatim 251027 nuki

JEMBER — Anggota Komisi D DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho mendorong RSUD dr. Soebandi untuk mengoptimalkan pelayanan tenaga kesehatan (nakes) seiring meningkatnya jumlah pasien dalam beberapa waktu terakhir.

Legislator yang akrab disapa Nuki itu mempertanyakan kesiapan jumlah tenaga medis di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut, terutama setelah semakin banyak warga memanfaatkan fasilitas Universal Health Coverage (UHC).

“Apakah nakes yang tersedia saat ini sudah memadai untuk melayani sekian banyak pasien per hari,” ujar Nuki, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, peningkatan jumlah pasien tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu yang menggantungkan pengobatan di RSUD Soebandi karena biaya yang lebih terjangkau melalui skema UHC.

“Jangan sampai dengan bertambahnya pasien, pelayanan tidak maksimal. Apalagi masyarakat miskin yang memilih RSUD karena biaya gratis,” tegas legislator PDI Perjuangan tersebut.

Selain soal jumlah tenaga kesehatan, Nuki juga menyoroti pentingnya pemberian jasa pelayanan (japel) yang layak bagi tenaga medis. Ia menilai, kesejahteraan nakes perlu diperhatikan agar tidak memengaruhi kualitas layanan kepada pasien.

“Nakes yang sudah bekerja optimal, secara otomatis japelnya juga harus sesuai. Tujuannya agar pelayanan kepada pasien tetap maksimal,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD dr. Soebandi, dr. I Nyoman Semita, Sp.OT., Spine (K), menyatakan rumah sakit masih membutuhkan tambahan sekitar 186 tenaga kesehatan untuk mengimbangi beban layanan yang terus meningkat.

Terkait jasa pelayanan, ia menjelaskan bahwa RSUD tetap memberikan japel kepada tenaga medis. Namun dalam dua tahun terakhir, persentase yang diberikan masih sebesar 30 persen dari total pendapatan.

“Japel tahun 2025 dan 2026 persentasenya tetap 30 persen. Namun secara nominal lebih besar tahun 2026 karena jumlah pasien yang terus bertambah,” jelasnya.

Ia menambahkan, belum maksimalnya persentase japel sesuai Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 tentang BLUD disebabkan RSUD Soebandi masih memiliki kewajiban pembayaran utang yang harus diselesaikan.

Dengan meningkatnya jumlah pasien hingga Februari 2026, DPRD Jember berharap manajemen RSUD Soebandi dapat melakukan langkah strategis untuk memastikan pelayanan tetap optimal dan kebutuhan tenaga kesehatan terpenuhi. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Bermarkas di Surabaya, de Red FC Siap Perkuat Ekosistem Sepak Bola dan Pembinaan Talenta Muda

SURABAYA – CEO de Red FC, Daniel Rohi, menegaskan kehadiran de Red FC di Surabaya bukan untuk menggantikan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Trauma Healing Jadi Prioritas Penanganan Korban KMP Mutiara Sentosa II

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur minta pemerintah menjadikan trauma healing sebagai prioritas dalam ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Sepakati Anggaran Rp274 M untuk Tambahan Tunjangan Profesi Guru ASN

Komisi E DPRD Jatim memastikan alokasi Rp274 miliar melalui APBD untuk membayar tambahan TPG yang menjadi komponen ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Buka Jalan Talenta Muda Menuju Timnas dan Liga Profesional

Soekarno Cup 2026 diikuti 16 provinsi dengan target melahirkan talenta sepak bola yang mampu menembus klub ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Iuran HUT RI di Kampung Tidak Dipatok, Harus Sukarela

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta panitia peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik ...
KRONIK

Bupati Lukman Lepas Kontingen Jamnas XII: Menyala Pramuka Bangkalan!

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka ...