Minggu
27 September 2026 | 6 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: Pemilu Bukan Perang, tapi Pesta Demokrasi yang harus Disambut Gembira

pdip-jatim-jokowi-temu-rakyat-di-denpasar
Presiden Jokowi di acara Tatap Muka dan Ramah Tamah dengan Tokoh dan Masyarakat se Bali, di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Kota Denpasar, Jumat (22/3/2019).

DENPASAR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemilihan umum (Pemilu) adalah pesta demokrasi untuk memilih pemimpin yang terbaik, bukan perang.  

“Karena pesta demokrasi, harus kita sambut dengan riang gembira,” kata Jokowi di acara Tatap Muka dan Ramah Tamah dengan Tokoh dan Masyarakat se Bali, di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Kota Denpasar, Jumat (22/3/2019) malam.

Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengingatkan, jangan sampai ada yang menakut-nakuti, apalagi menebar ancaman-ancaman.

“Namanya saja pesta demokrasi, kita harus menyambut pesta demokrasi ini dengan cara-cara beradab. Cara-cara yang beretika, cara-cara yang bertata krama, cara-cara yang berbudaya,” ujarnya.

“Jangan justru menyemburkan hoaks, menyemburkan kabar bohong, menyemburkan kabar fitnah yang bisa memecah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan kita,” tambah Jokowi.

Sebagai bangsa besar, lanjutnya, kita harus menatap ke depan dengan penuh optimistis. Kalau ada persoalan besar, menurut Jokowi, itu memang sebagai tantangan bagi semuanya untuk menuju ke sebuah negara yang kuat ekonominya.

Jokowi menyebut, diperkirakan tahun 2045, Indonesia akan menjadi empat besar negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Tapi, jangan dipikir mulus, pasti ada tantangannya, pasti ada rintangannya.

“Itulah kenapa kita harus bersatu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Jangan di antara kita dilihat dari luar kita ini rukun-rukun, di dalam malah kelihatan tidak rukun. Sedih saya kalau melihat seperti itu,” ucapnya.

Terkait penyelenggaraan pemilu, Jokowi menyampaikan, jangan sampai karena beda antar anak bangsa menjadi saling bermusuhan, tidak rukun, dan tidak bersatu.

Pilpres, juga pilkada, jelas Jokowi, setiap lima tahun itu akan ada terus. “Masa kita akan terus membangun permusuhan karena perbedaan pilihan? Ya jangan, jangan,” tuturmya.

Sekali lagi dia mengingatkan, jangan sampai karena urusan politik antartetangga tidak bertegur sapa, yang bisa menyebabkan hilangnya persatuan, kerukunan, dan persaudaraan. Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Amithya Desak Korban Kekerasan di Sekolah Dapat Trauma Healing dan Pendampingan Intensif

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ajak Santri Warisi Semangat Resolusi Jihad dan Terapkan dalam Kehidupan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menitipkan pesan kepada para santri agar terus mewarisi semangat ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Ngawi Pantau Pembangunan Pasar Beran

NGAWI – Pembangunan Pasar Beran di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendapat perhatian dari Komisi III ...