Rabu
10 Desember 2025 | 12 : 41

Jokowi Minta Pengganggu Ibadah Ditindak Tegas

pdip-jatim-jokowi-sikapi-demo-411

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, pentingnya memberikan perhatian khusus keamanan dan ancaman terorisme dalam menyambut Perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Saya minta  Densus 88, Polri dan jajaran Polri agar hal yang berkaitan dengan gangguan keamanan dan ancaman terorisme ini menjadi perhatian khusus,” kata Jokowi, saat memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin

Dia juga minta agar Panglima TNI beserta seluruh jajaran TNI mem-back up penuh Polri dalam hal yang berkaitan dengan keamanan dan ancaman terorisme.

Rapat terbatas itu mengundang juga Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya, karena menyangkut hal yang berkaitan dengan keamanan ancaman terorisme ini menjadi perhatian khusus pemerintah.

Presiden juga minta aparat keamanan menindak tegas pihak yang berupaya mengganggu masyarakat beribadah pada perayaan Natal 2016.

“Berantas siapa saja yang ganggu warga beribadah,” tegas Jokowi lewat akun Instagramnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan pihaknya siap bersinergi dengan Polri dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2016. Hal ini sesuai instruksi Presiden Jokowi dalam ratas.

“Intelijen kami, akses kami, pasukan kami termasuk teritorial, semuanya, apa yang diperlukan Polri kami siapkan semuanya,” kata Gatot.

Dia menyatakan, TNI akan memberikan segala informasi yang dimiliki intelijennya kepada Polri, diminta atau pun tidak diminta. Sepertiga dari pasukan TNI juga akan terus bersiaga mem-backup kepolisian.

Gatot meyakini, dengan sinergi antara TNI dan Polri ini, maka akan terwujud rasa damai di masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa merayakan Natal dan tahun baru dengan tenang.

“Untuk masyarakat, waspada, tapi jangan khawatir. Tenang, rayakan Natal dengan penuh damai,” ucap Gatot.

Sedang Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian meyakini tidak akan ada gangguan keamanan saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2016. Ini karena Polri sudah melakukan sejumlah penangkapan terhadap kelompok terduga terorisme di sejumlah daerah sebelum mereka melakukan aksinya.

Secara keseluruhan, Polri sudah melakukan penangkapan terhadap 21 terduga terorisme.

Meski demikian, Tito memastikan Polri bersama TNI dan Badan Intelijen Negara akan terus bekerja keras untuk melakukan upaya deteksi dini dan penindakan jika memang masih ada kelompok yang berupaya untuk melakukan teror. (goek/*)

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Titik Banjir di Kota Malang Melonjak, Ketua DPRD Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Penanganan

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang, Amityha Ratnanggani Sirraduhita menyoroti penanganan banjir di Kota Malang. ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Serius Kawal Perbaikan Jalan Rusak Penopang Mobilitas Ekonomi Warga

SUMENEP – Kondisi sejumlah ruas jalan rusak di Kecamatan Rubaru, khususnya akses masuk menuju Desa Matanair, ...
KABAR CABANG

Gaungkan Tagline PDI Perjuangan Mendengar, Erma: Kita Tidak Ingin Berikan Cek Kosong

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggaungkan tagline “PDI Perjuangan ...
LEGISLATIF

Hakordia, Puan Ajak Perempuan Indonesia Jadi Garda Terdepan Lawan Korupsi

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh perempuan Indonesia memegang peran untuk membangun budaya ...
LEGISLATIF

Masalah Mata Air dan Fasum di Giripuro, Asmadi Dorong Penyelesaiannya Berpihak Pada Kepentingan Masyarakat

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu Asmadi mengatakan, pihaknya saat ini sedang mencari solusi terkait keluhan ...
KABAR CABANG

Jaga Kebugaran Lewat Sicita Sambil Berbagi Dilakukan Banteng Sukomanunggal dan Lakarsantri

SURABAYA – Agenda menjaga kebugaran terus dilakukan kader-kader Banteng Kota Pahlawan. Pada Minggu (7/12/2025), ...