Selasa
13 Oktober 2026 | 5 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Izinkan Pembangunan 34 Pembangkit Listrik Mangkrak Diteruskan

pdip-jatim-jokowi-listrik-mempawah

MEMPAWAH – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengizinkan pembangunan 34 pembangkit listrik yang sempat mangkrak diteruskan. Dengan catatan, sisi proses hukumnya harus sudah beres, dan dibangun sesuai dengan keinginan pemerintah.

“Yang berkaitan dengan 34 pembangkit listrik kita yang mangkrak. Saya titip, ini titip, yang bisa ini diteruskan silakan diteruskan, tetapi dengan catatan-catatan sisi hukumnya harus sudah beres. Yang kedua dibangun betul sesuai dengan kualitas yang kita inginkan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Gas Mobile Power Plant (PLTG MPP) Parit Baru 4 X 25 MW, di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (18/3) siang.

Presiden menegaskan, dirinya tidak mau nanti jika pembangkit listrik tersebut jadi, kapasitasnya hanya 30% atau 40%. Ia ingatkan dirinya bisa mencek itu, “Jadi jangan main-main dengan hal-hal yang berkaitan dengan teknis, detil. Pasti saya akan lihat karena menyangkut uang yang triliunan,” tegas Presiden.

Presiden menilai, anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan 34 pembangkit listrik mangkrak yang tersebar di seluruh Indonesia itu sangat besar. Karena itu ia mempersilakan diteruskan sepanjang masalah hukum sudah selesai.

Yang kedua, tegas Presiden, dikerjakan dengan benar sehingga kapasitasnya nanti bisa maksimal. “Jangan sampai diteruskan hanya untuk menutupi masalah yang ada. “Enggak mau saya,” ujar Presiden seraya menunjuk contoh, misalnya hanya dicat baru. Ada yang dibelikan turbin, turbinnya turbin lama. “Jangan dipikir saya enggak tahu. Saya sudah ngerti saja. Saya biasa bekerja detil,” tegasnya.

Meski mengizinkan untuk melanjutkan pembangunan 34 pembangkit listrik yang mangkrak karena dana yang habis di situ juga sudah banyak, tetapi Presiden Jokowi mewanti-wanti jangan dimain-mainkan lagi. “Nanti kena 2 masalah hukum nanti. Saya tegas mengenai hal-hal seperti ini,” katanya megingatkan.

Karena itu, Presiden berharap, kalau memang masalah hukum selesai, bisa dilanjutkan ya lanjutkan, tetapi betul-betul bermanfaat. “Karena yang ini kita buat pabrik listrik. Buat pabrik listrik yang uangnya dari kita, dari PLN, jadi kalau di main-mainin awas,” pesan Presiden Jokowi.

Bisa Dipindahkan

Sebelumnya saat mengawali sambutannya pada peresmian PLTG MPP Parit Baru, di Kabupaten Mempawah, Kalbar itu, Presiden Jokowi mengatakan, saat meletakkan batu pertama pembangunan PLTG MPP itu enam bulan lalu, dirinya sempat bertanya kepada Direktur Utama PLN berapa lama selesainya, yang saat itu dijawab enam bulan.

“Ternyata memang selesai, selesai. Dan yang dikerjakan saat itu memang bukan hanya yang di Mempawah, di Kalimantan Barat saja. Ada delapan saat itu yang juga mulainya hampir sama di Lombok, di Bangka, di Lampung, di Nias, Pontianak, di Riau, di Belitung, dan di Medan dan alhamdulillah semuanya sudah selesai sebanyak 500 megawatt,” kata Presiden.

Menurut Presiden, dirinya memang ingin semua pembangunan PLTG itu dikerjakan cepat, karena di semua provinsi, kota, atau kabupaten keluhannya sama yaitu kekurangan listrik dan byarpet.

Oleh sebab itu, kenapa dipilih mobile power plant, menurut Presiden,  Karena membangunnya lebih cepat. “Kalau kita pakai yang batubara bisa sampai 4,5 tahun sampai 5 tahun. Tapi ini bisa dikerjakan cepat,” ujarnya.

Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa ini adalah mobile power plant artinya setiap bisa dipindah ke pulau yang lain, ke tempat yang lain yang juga sangat membutuhkan. “Misalnya, di sini nanti, seperti tadi  disampaikan oleh Menteri ESDM, sudah ada dari sumber supply dari sumber yang lain, misalnya 1.100 atau 1.300, sudah, berarti sudah berlimpah, bisa ini dipindahkan ke pulau yang lain yang juga masih memerlukan. Karena ini mobile, bisa dipindah-pindah,” ujarnya.

Peresmian PLTG MPP itu dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menko PMK Puan Maharani, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Dirut PLN Sofyan Basyir, dan Gubernur Kalbar Cornelis. (setkab)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Dorong Media Partai Jadi Penyambung Lidah Rakyat

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mendorong perombakan mendasar dalam ...
LEGISLATIF

Sampah Sungai Ancam Picu Banjir, Ketua DPRD Kota Malang Dorong Pemasangan Trash Boom

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat ...