oleh

Jokowi Ajak Milenial Hijrah ke Optimisme

BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, dirinya adalah pengagum mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, yang meski usianya kini sudah 83 tahun, tapi tidak kenal lelah.

“Terus memberikan masukan kepada saya, langsung datang ke Istana atau lewat telepon. Semangat beliau masih seperti milenial,” kata Jokowi saat menerima peserta Kongres Indonesia Millenial Movement Tahun 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin.

Semangat milenial Syafii Maarif, ungkap Jokowi, akan muncul apalagi kalau berbicara masalah persatuan, masalah persaudaraan, dan bicara mengenai kemajuan Indonesia, memajukan Indonesia.

Karena disadari, tambahnya, tantangan ke depan semakin berat, apalagi dengan kondisi negara Indonesia yang memang berbeda-beda, berwarna-warni.

Revolusi Industri 4.0, diakui Presiden telah membuat perubahan dunia berjalan sangat cepat sekali. Namun kecepatan perubahan ini, menurut Presiden, harus terus diwaspadai agar jangan sampai membawa bangsa Indonesia ke dalam intoleransi, ke dalam ekstremisme yang sangat berlebihan.

Dia berharap dengan adanya pertemuan seperti yang digelar Maarif Institute itu, semuanya bergerak bersama-sama untuk membawa negara ini ke dalam sebuah kemajuan. Tapi dengan cara-cara yang sejuk Dan baik.

“Selalu saya sampaikan marilah kita hijrah dari ujaran kebencian ke ujaran kebenaran. Hijrah dari pesimisme ke optimisme. Hijrah dari pola-pola konsumtif ke pola-pola yang produktif. Hijrah dari kegaduhan-kegaduhan ke persatuan dan kerukunan. Karena itulah yang dibutuhkan,” tuturnya.

Jokowi juga menyampaikan keyakinannya, negara Indonesia akan menjadi 4 besar ekonomi terkuat di dunia, yang insya Allah di tahun 2045.

Artinya, lanjut dia, peserta Kongres Indonesia Millenial Movement yang nanti menikmati, karena mereka yang akan memimpin negara ini di 2040-2045.

Tapi, lanjut mantan Wali Kota Solo tersebut, proses menuju ke sana itu tidak mudah, tidak ringan, penuh hambatan dan tantangan karena Indonesia adalah negara besar. Oleh sebab itu, lanjutnya, fondasi-fondasi menuju ke sana harus diperkuat.

“Infrastruktur, yang menjadi fondasi ini harus diperkuat. Pembangunan SDM juga harus fokus dan menjadi perhatian kita. Tanpa itu, jangan bermimpi kita bisa bersaing dan berkompetisi dengan negara lain,” ujar Jokowi. (goek)