Rabu
23 September 2026 | 6 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jemput Bola Layani Warga di Perkebunan, Pemkab Banyuwangi Berkemah Hingga Malam

pdip-jatim-banyuwangi-080521-c

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus melakukan inovasi-inovasi untuk berbagai pelayanan kependudukan. Salah satunya adalah progran ‘Camping Embun’.

Program berkemah di tengah hutan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat yang tinggal di tengah perkebunan. Bahkan tim pemerintah memilih berkemah ditengah kebun melayani warga hingga malam hari.

”Banyuwangi ini daerah terluas di Jawa. Ada warga tinggal di perkebunan. Aksesnya jauh. Jarak dari perkebunan ke kantor desa saja cukup jauh, bisa sejam. Sebagian layanan memang bisa online, tapi soal smartphone juga kendala. Makanya kami jemput bola, bahkan sampai camping, teman-teman pemda bermalam,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Perkebunan Malangsari, Sabtu (8/5/2021).

Program yang digelar mulai Jumat-Sabtu (7-8/5/2021), tahap pertama di wilayah Perkebunan Malangsari, Desa Kebunrejo, Kecamatan Kalibaru. Menurut Ipuk, mendapatkan dokumen kependudukan adalah hak setiap warga negara.

”Kami tidak bicara statistik ya. Dari sisi jumlah, tentu warga di perkebunan jauh lebih sedikit dibanding warga di kota dan pusat desa, tapi ini soal hak warga mendapatkan dokumen kependudukan, soal hak konstitusional warga. Jika mempunyai dokumen kependudukan yang baik, warga bisa mengakses program-program pemerintah, sangat penting untuk sekolah sampai urusan waris,” imbuh Ipuk.

Alumni Universitas Negeri Jakarta ini menjelaskan, warga di kawasan perkebunan memiliki aktifitas yang cukup padat mulai pagi hingga sore hari harus bekerja di perkebunan. Sehingga Pemkab Banyuwangi menggelar layanan hingga malam hari. 

“Lokasinya juga kami dekatkan ke pemukiman warga perkebunan. Setelah dari Perkebunan Malangsari, kami akan bergerak ke perkebunan lain, juga kawasan sekitar taman nasional,” jelas Bupati Perempuan yang akrab dipanggil Ipuk ini.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Banyuwangi, Juang Pribadi mengatakan, pelayanan administrasi kependudukan untuk warga yang tinggal di perkebunan ini disambut antusias. 

”Pada Jumat (7/5/2021) ada 815 layanan kami lakukan. Satu warga ada yang mengurus beberapa layanan. Itu sampai pukul 24.00 WIB, dan kami lanjutkan hari ini (Sabtu, 8/5/2021). Untuk Sabtu ini, data masih terus berjalan karena akhir jam pelayanan baru malam hari,” ujarnya.

Juang menjelaskan, warga di perkebunan rata-rata mengurus akta kelahiran, kartu identitas anak, KTP termasuk perubahannya, perubahan Kartu Keluarga, dan akta kematian.

”Sebagian memang lama tidak diurus, karena memang beliau-beliau setiap hari di perkebunan. Juga karena ada beberapa ketentuan baru. Misalnya, dulu kan tidak dikenal Kartu Identitas Anak, nah sekarang ada, jadi baru diurus dengan hadirnya layanan jemput bola ini,” ujarnya.

Juang mengatakan, layanan ini akan berlanjut ke dusun-dusun lainnya yang secara geografis susah dijangkau. ”Sesuai program Bupati Ipuk yang ingin semua dinas jemput bola, turun layani warga, kami akan bergerak ke kawasan perkebunan dan sekitar hutan lainnya, serta tentu ke desa-desa,” ujarnya. 

Kepala Desa Kebunrejo, Dedie Suharto bersyukur dengan layanan yang dilakukan oleh pemkab Banyuwangi ini. 

”Ini sangat membantu warga yang tinggal di kawasan perkebunan. Karena biasanya mereka memang kerja pagi sampai sore, sehingga tidak berpikir soal dokumen,” ujarnya.

Imamah, salah seorang warga, merespons gembira layanan jemput bola ini. Dia mengurus akta kelahiran untuk anaknya. ”Senang sekali, dekat, tidak perlu ke kantor desa, juga gratis dan cepat,” ujarnya.

Warga lainnya, Sulaiman, mengurus kartu keluarga yang hilang. Dia baru mengurus karena jika ke kantor desa cukup jauh. Apalagi dia harus bekerja. ”Pelayannya ramah, warga senang,” ujarnya.(rul/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

557.868 Ton Pupuk Bersubsidi Belum Tersalur, Renny Dorong Pengawasan dengan Lima Ukuran

SURABAYA — Sebanyak 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi dari total alokasi 2.115.951 ton di Jawa Timur ...
LEGISLATIF

Eddy Paripurna Desak Bongkar Aktor di Balik Peredaran 1.048 Ton Udang Impor

SURABAYA — Peredaran 1.048 ton udang impor yang diduga tidak sesuai peruntukan di sejumlah wilayah Jawa Timur ...
BERITA TERKINI

Mulai Oktober, Eri Cahyadi Instruksikan ASN Pemkot Surabaya Bertugas di Balai RW

SURABAYA — Wali Kota Eri Cahyadi menginstruksikan mulai Oktober 2026 seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Targetkan 3–5 Sekolah Tiap Wilayah Dapil 7 Miliki Marching Band

Guntur Wahono menargetkan setiap wilayah di Dapil 7 Jatim memiliki 3–5 sekolah dengan fasilitas marching band dan ...
SEMENTARA ITU...

Doding Dorong Wisata Alam Pegunungan Trenggalek Dipadu Kuliner

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pengembangan wisata alam pegunungan yang dipadukan kuliner untuk ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia Usai Banjir Bandang Solok

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat antisipasi ...