NGAWI – Bulan Ramadan tahun 2022 telah memasuki pekan ketiga. Yang artinya, lebaran akan segera tiba dan biasanya diikuti dengan tradisi mudik atau pulang kampung halaman.
Berbagai persiapan untuk menyambut hari raya Idul Fitri telah dilakukan di Kabupaten Ngawi. Salah satunya penyiapan pos-pos pengamanan dan pelayanan.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, seusai memimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru 2022 di Lapangan Hitam Yon Armed 12 Ngawi menyampaikan agar penggunaan aplikasi PeduliLindungi masif digunakan utamanya di kawasan wisata dan pusat perbelanjaan.
Bupati Ony berharap penggunaan aplikasi PeduliLindungi tidak sekedar hanya formalitas. Baik itu untuk lembaga pemerintah ataupun swasta, agar memastikan papan barcode PeduliLindungi digunakan secara maksimal. Pengunjung harus scan check in dan check out saat memasuki ruangan publik.
“Ini kan masih dalam kondisi pandemi. Antisipasinya untuk kemungkinan lonjakan jumlah pengunjung baik di lokasi wisata ataupun pusat belanja,” kata Bupati Ony kepada media, pada Jumat (22/4/2022).
Untuk memastikan arus mudik berjalan tertib dan nyaman, Pemkab Ngawi bersama TNI/Polri menyiapkan 7 pos pelayanan dan pengamanan. Dari tujuh pos tersebut, akan dijaga 203 personel.
“Kita berharap mudik masyarakat kita, akan bisa tertib, lancar dan aman, dan pemudik dalam kondisi yang sehat,” ujar Bupati Ony.
Tujuh Pos pelayanan dan pengamanan di Kabupaten Ngawi tersebar, dua titik di Rest Area Tol Ngawi, empat pos pengamanan yakni di Kedungprahu Kecamatan Padas, Monumen Suryo, Mantingan, dan Jogorogo. ditambah dengan satu pos terpadu di Alun-Alun Ngawi.
Adapun, Bupati Ony juga menyampaikan, pada pos-pos tersebut akan disediakan gerai vaksinasi. Hal itu untuk memberikan pelayanan vaksin bagi pemudik yang belum lengkap menerima vaksinasi Covid-19.
“Di masing-masing pos tersebut, timnya juga terpadu. Baik dari TNI/Polri, Satpol PP, dan tenaga kesehatan,” kata bupati dari PDI Perjuangan ini.
Perlu diketahui, lebaran tahun 2022 ini menjadi spesial bagi para pemudik asal Kabupaten Ngawi. Hal itu setelah dua tahun lamanya, tradisi tahunan tersebut sempat dilarang akibat pandemi Covid-19. (mmf/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










