SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendukung pemerintah daerah dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali menyiapkan langkah konkret dalam upaya mengurangi risiko kecelakaan di jalur alternatif dampak penutupan total jalur Gumitir sejak 24 Juli 2025.
“Jalur alternatif yang curam dan minim rambu kini dipenuhi kendaraan berat. Dua kecelakaan yang terjadi menunjukkan tekanan lalu lintas bukan hanya soal volume, tapi juga soal keselamatan,” kata Deni saat dikonfirmasi wartawan dari Surabaya, Senin (28/7/2025).
Penegasan tersebut dia sampaikan menyusul dua kecelakaan lalu lintas yang terjadi secara beruntun di jalur alternatif Gumitir. Yakni yakni kawasan Erek-Erek dan Kawah Ijen dalam dua hari terakhir.
Menurut politisi muda PDI Perjuangan ini, penutupan total jalur Gumitir seharusnya dibarengi strategi komprehensif. Mulai dari pemeriksaan kesiapan jalur alternatif, pemasangan rambu pengaman dan penerangan jalan, hingga pembatasan jenis kendaraan yang melintas.
“Rambu dan penerangan jalan bukan aksesoris, tetapi keharusan. Pemerintah daerah bersama BBPJN harus memastikan jalur pengalihan benar-benar siap sebelum menutup jalur utama,” ujarnya.
Terlebih, terdapat kendaraan berat seperti truk bermuatan besar yang melintasi jalur alternatif. Padahal jalan tersebut hanya layak dilalui mobil kecil.
Menurutnya, kendaraan berat semestinya diarahkan ke jalur lebih aman seperti melalui Probolinggo–Situbondo.
“Kendaraan berat harus dialihkan ke rute aman. Bukan lewat jalan alternatif dengan tanjakan dan tikungan berbahaya,” kata dia.
Sebagai langkah konkret, Deni mengusulkan rekayasa lalu lintas berbasis zonasi dan kapasitas rute. Seperti penerapan sistem buka tutup terbatas di Gumitir khusus kendaraan ringan.
Legislator yang juga Wakil Ketua DPD PDIP Jatim ini pun mendorong penambahan armada penyeberangan. Seperti kapal tambahan di Pelabuhan Ketapang, untuk mengurangi beban jalur darat.
“Rekayasa arus yang fleksibel, buka tutup bergilir, dan tambahan armada penyeberangan bisa menjadi solusi jangka pendek untuk menjaga keselamatan,” sebutnya.
Deni juga minta ada koordinasi lintas sektor mulai dari pemerintah kabupaten/kota, kepolisian, hingga otoritas pelabuhan guna menyusun rencana kontingensi agar masyarakat tidak menjadi korban kebijakan penutupan jalan.
“Ini soal nyawa. Tanpa mitigasi matang, kita justru menciptakan zona rawan kecelakaan di jalur alternatif,” terang Deni.
Diberitakan, dalam dua hari terakhir terjadi dua kecelakaan di jalur alternatif Gumitir. Pada Jumat (25/7/2025), mobil boks bermuatan roti terguling di kawasan Ijen.
Sehari sebelumnya, pikap Mitsubishi L300 bernopol P-8XX3-VI mengalami kecelakaan di jalur Sengkan Slamet, Desa Tamansari, Kecamatan Licin. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










