Minggu
02 Agustus 2026 | 2 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jalan Perjuangan Kemerdekaan “Bersenjata” Radio

sukarno

SELEMBAR kertas berisi naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diterima Mohammad Yusuf Ronodipuro dari Syahrudin.

Di gedung radio Hoso Kyoku milik pemerintah Jepang itu, tempat Yusuf bekerja, Syahrudin yang berhasil menerobos penjagaan tentara untuk meneruskan perintah dari Adam Malik kepada Yusuf. Perintahnya:  menyiarkan kabar proklamasi kemerdekaan yang telah dibacakan Bung Karno pada 17 Agustus 1945 jam 10.00 WIB.  

Mengutip website Museum Perumusan Naskah Proklamasi, munasprok.go.id, pada pukul 19.00 Yusuf mulai menyebarluaskan kabar kemerdekaan melalui radio. Selain menggunakan bahasa Indonesia, digunakan bahasa Inggris. Tujuannya agar pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh dunia internasional.

Aksi Yusuf bersama sejumlah rekannya ketahuan pihak Jepang. Mereka disiksa. Bahkan seorang perwira Jepang telah mengeluarkan katana untuk memenggal kepala Yusuf. Beruntung datang Letkol Tomo Bachi (Pimpinan Hoso Kyoku) yang memerintahkan melepas Yusuf.

Kejadian itu tak menyurutkan tekad Yusuf dalam perjuangan kemerdekaan bersenjatakan radio. Pada 23 Agustus 1945, bersama beberapa orang lainya, Yusuf mendirikan radio Suara Merdeka Indonesia.

Melalui radio ini, masih dikutip dari munasprok.go.id, kabar Indonesia merdeka dalam bahasa Inggris dikumandangan ke seluruh dunia. Dari radio ini juga, Presiden Sukarno pada 25 Agustus 1945 (sumber lain: tanggal 23) mengumandangkan pidato pertamanya kepada publik. 

Kemudian pada 11 September 1945, Yusuf bersama Abdulrachman Saleh, Maladi, dan Brigjen Suhardi mendirikan Radio Republik Indonesia (RRI). Tanggal dan bulan tersebut yang kelak kemudian ditetapkan sebagai Hari Radio Nasional.

Pendokumentasian Proklamasi

Hingga pada 1951, RRI baru memiliki alat perekam suara. Jusuf Ronodipuro mengusulkan untuk merekam suara bung Karno membacakan teks proklamasi. Hal itu dilakukan supaya kemegahan proklamasi yang dibacakan bung Karno tidak terkubur oleh waktu.

“Proklamasi itu hanya satu kali,” kata Bung Karno dengan nada tinggi seperti dituturkan Louisa Tuhatu, keluarga Jusuf Ronodipuro, dikutip dari blog pribadinya.

“Betul, Bung. Tetapi saat itu rakyat tidak mendengar suara Bung,” ujar Jusuf membujuk.

Namun, mengingat perjuangan si penggagas slogan “Sekali mengudara tetap mengudara” dalam memperjuangkan tersebarnya pidato proklamasi 45 tersebut, akhirnya sang Proklamator pun luluh .

Rekaman pembacaan naskah Proklamasi lantas dilakukan di Studio RRI Jakarta pada 1951. Master rekaman kemudian dikirimkan ke Lokananta, Surakarta untuk digandakan dan disebar ke seluruh Indonesia dan berhasil diabadikan di Lokananta.

Dan dengan itu, rekaman jernih suara Bung Karno dapat diwariskan semangat dan suasananya hingga saat ini.

Perlawanan Budaya

Memperjuangkan kemerdekaan bersenjata radio dilakukan anak-anak muda bangsa ini seiring menjamurnya radio pada 1930 hingga 1940-an. Radio yang pertama kali siaran adalah radio swasta milik Belanda, Bataviasche Radio Vereeniging (BRV), pada 1925. 

Sementara rakyat Indonesia, seperti dilansir dari kominfo.go.id, baru memiliki radio pada 1927. Bermula ketika Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Sri Mangkoenegoro VII menerima hadiah dari seorang Belanda berupa pesawat radio penerima (receiver) di tahun 1927.

Pada tahun 1930 hingga 1940, kemunculan stasiun radio Belanda semakin pesat, demikian pula radio Indonesia. Pada 1934, Pemerintahan kolonial Belanda mendirikan Stasiun Radio Nederlands Indische Radio Oemroep Maatschappij (NIROM).

Perkembangan radio di Indonesia ketika itu, terjadi dualisme konten penyiaran. Radio Belanda berorientasi pada budaya barat, Radio Ketimuran milik orang-orang Indonesia melakukan perlawanan dengan menyiarkan konten pengembangan budaya tradisional daerah.

NIROM mengakhiri siarannya seiring pendudukan Jepang pada 1942. Nama radio pun berganti menjadi Hosyo Kanri Kyoku (HKK) yang kelak menjadi Radio Republik Indonesia (RRI). (frgj/hs)

Foto: goodnewsfromindonesia.id

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Gelorakan Semangat Kemerdekaan, Muhamad Zaini Ajak Warga Kabupaten Pasuruan Jaga Persatuan Lewat Reses

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, menggelar agenda Reses Masa Persidangan ...
KABAR CABANG

Musran dan Musranran se-Kecamatan Tanggunggunung Sukses, Teguhkan Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar konsolidasi internal ...
KRONIK

Kejhung Mulai Hilang dari Desa, DPRD Jember Dorong Revitalisasi Budaya Madura

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mendorong pelestarian seni kejhung sebagai bagian dari ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Siap Digelar, PDIP Jatim Perkuat Ekosistem Pembinaan Sepak Bola

PDIP Jawa Timur menargetkan Soekarno Cup 2026 tidak hanya sukses sebagai turnamen, tetapi juga meninggalkan warisan ...
LEGISLATIF

Zulham Kawal Temuan Kerusakan Stadion Kanjuruhan hingga Kementerian PU

MALANG – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, memastikan akan mengawal temuan kerusakan ...
LEGISLATIF

Warga Ginuk Magetan Gotong Royong Perbaiki Jalan, Rita Haryati Sawer 27 Drum Aspal

MAGETAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Rita Haryati turut kerja bakti dan membaur bersama ...