Kamis
17 September 2026 | 11 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jaga Kearifan Lokal, DPC Sidoarjo Visualkan Aktifitas Mencari Kupang dalam Tetarian

pdip-jatim-tari-kupang-darjo-1

SIDOARJO – Ada kearifan lokal yang coba diangkat dan dijaga kelestariannya oleh kader-kader Banteng Sidoarjo. Yakni tetarian yang menggambarkan aktifitas keseharian penduduknya yang berprofesi sebagai petambak.

Adalah Tari Kupang, salah satu tetarian tradisional tersebut, yang ditampilkan ke publik, saat DPC PDI Perjuangan Sidoarjo menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak beberapa hari lalu.

Dengan letak geografis berbatasan dengan Selat Madura, memang banyak penduduk Kabupaten Sidoarjo yang berprofesi sebagai petambak.

Secara filosofis, tari kupang terinspirasi dari seorang istri nelayan yang membantu suaminya di sungai dekat laut, mencari binatang kupang (semacam kerang kecil), membersihkan, kemudian memasaknya.

“Tarian ini memang terinspirasi dari rutinitas masyarakat pesisir yang sebagian besar berprofesi sebagai petambak bandeng, udang, dan kupang,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo Sumi Harsono saat di kantor DPC kepada reporter media ini, Senin (31/5/2021).

Dari rutinitas sehari-hari inilah, sebut Sumi, kemudian muncul inspirasi berupa tari-tarian. Seni gerak indah ini pun jadi sarana hiburan bagi masyarakat sekitar, di tengah kesibukan dalam menjalani kesehariannya.

“Kupang itu salah satu budidaya yang menjadi pundi-pundi masyarakat di Sidoarjo, selain bandeng, serta udang,” terang Sumi.

Gerakan tarian ini menggambarkan seorang istri nelayan sedang mencari kupang. Di tangan setiap penari ada bakul kecil yang dihiasi pita emas.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Sumi Harsono.

Tarian ini dimulai dengan gerakan menyelam, lalu menggoyang-goyangkan bakul yang seolah berhasil menjaring banyak kupang.

Salah satu penari Tari Kupang, Mega, mengatakan dalam kondisi sebelum pandemi, seharusnya tarian ini dilakukan banyak penari.

Namun karena kondisi pandemi dan masih harus memperhatikan protokol kesehatan, maka jumlah penari yang terlibat dibatasi.

“Sebetulnya tari kupang ini bisa dilakukan banyak penari. Bisa lima, bisa sepuluh penari, bahkan lebih. Tapi karena masih pandemi, saat ini kami lakukan berdua,” ungkapnya, sambil berharap pandemi segera berlalu agar tarian ini bisa menampilkan lebih banyak penari. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...
KRONIK

Sadarestuwati: Padi MSP 65 Bisa Jadi Salah Satu Solusi Swasembada Pangan

JOMBANG – Padi MSP 65 atau GP 65 Bogor yang dikembangkan di lahan demplot Kabupaten Jombang menunjukkan hasil di ...
HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...