Jadi Irup Harlah Pancasila, Ketua DPC Lamongan Beberkan Sejarah 1 Juni 1945

 100 pembaca

LAMONGAN – Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan Saim SPd, Selasa (1/6/2021), menjadi inspektur upacara (irup) bendera memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945. Dalam amanatnya pada upacara yang dilaksanakan di halaman kantor DPC Lamongan, Saim menyampaikan latar peristiwa dan kronologi lahirnya Pancasila saat itu.

Irup Saim dalam sambutannya mengatakan, upacara dilaksanakan sebagai wujud penghormatan atas nilai-nilai terkandung dalam Pancasila. Sekaligus bentuk penghargaan kepada para pendiri bangsa yang telah mewariskan dasar berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila.

Pada sidang BPUPKI di Jakarta 1 Juni 1945, terang Saim, Bung Karno menyampaikan gagasan besarnya  mengenai dasar-dasar negara yang dinamai Pancasila, saat sidang BPUPKI di Jakarta.

“Peristiwa pada tangga 1 Juni tersebut, dimana kata Pancasila disampaikan Bung Karno dalam pidatonya, yang kemudian tiap 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila,” terang Saim.

Pada proses berikutnya, naskah pidato Bung Karno menjadi acuan dalam penyempurnaan oleh panitia 9 dalam persidangan 22 Juni 1945. Hingga pada 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan UUD 1945. Yang di dalam pembukaan UUD 1945, terdapat rumusan Pancasila dengan urutan dan berisikan lima sila seperti saat sekarang.

Alasan penyampaian latar peristiwa dan kronologi lahirnya Pancasila, kata Saim, agar sejarah tetap mencatat sehingga diketahui masyarakat dan generasi ke depan.

“Bahwa Bung Karno-lah yang mencetuskan ideologi Pancasila sebagai dasar negara kita pada 1 Juni 1945. Meski beliau (Bung Karno) menyebut dirinya sebagai penggali Pancasila, bukan penemu Pancasila,” kata Saim.

Bendahara DPC Lamongan, Fujika Senna Oktavia, usai upacara mengatakan, dirinya mengapresiasi antusias pengurus dan kader Banteng di Lamongan dalam memperingati Hari Lahir Pancasila.

Bagi sebagian orang, mengikuti upacara adalah kegiatan yang jarang dilakukan setelah lulus sekolah atau warga yang bekerja di luar instansi pemerintah.

“Kerelaan menyisihkan waktu mengikuti upacara, bagi kami itu sangat luar biasa. Karena hal itu mencerminkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia,” katanya.

Fujika uga berbangga dengan peserta upacara yang tetap mengedepankan prokes Covid-19 sebagai komitmen bersama untuk mengkhiri pandemi.

Fujika berharap, upacara peringatan Hari Lahir Pancasila juga bisa diperingati oleh masyarakat luas di luar internal PDI Perjuangan.

“Agar sejarah lahirnya Pancasila tetap terpatri dalam sanubari setiap insan masyarakat Indonesia,” katanya mengakhiri.

Hari Lahir Pancasila ditetapkan Presiden Joko Widodo Melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, tentang Hari Lahir Pancasila. (ak/hs)