oleh

Ita Taufiq Siap Bantu Kaki dan Tangan Palsu bagi Penyandang Difabel

pdip-jatim-ita-taufiqurrahmanNGANJUK – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Nganjuk, Dra Hj Ita Taufiqurrahman Ak MSi berharap, kegiatan pemasangan kaki dan tangan palsu gratis bagi penyandang difabel bisa berlanjut.

Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk ini, khususnya anak-anak penyandang difabel, sangat membutuhkan perhatian khusus, karena dalam perkembangan fisiknya tahap demi tahap dibutuhkan evaluasi.

Hal itu disampaikan Ita, pasca kegiatan pemasangan kaki dan tangan palsu yang digagas Yayasan Peduli Tuna Daksa Jakarta, bagi sedikitnya 136 penyandang difabel dari 12 kabupaten/kota di Jawa Timur pekan lalu.

Kegiatan bekerja sama dengan donatur PT Asuransi Jiwa Sequis Life dan Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Nganjuk itu digelar di Rumah Sakit Ayu Siwi.

Menurut perempuan yang akrab disapa Bunda Ita tersebut, kegiatan yang manfaatnya sangat dirasakan kaum difabel ini patut didukung, dan perlu dilanjutkan.

Istri ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk  itu juga menyatakan siap membantu jika nantinya kaki dan tangan palsu yang diterima kaum difabel Nganjuk, perlu diganti.

“Jika dalam dua tahun kaki atau tangan palsu butuh untuk diganti, kita tetap akan mengupayakan,” terang Ita, Rabu (9/11/2016)

Sementara itu, Yayasan Peduli Tuna Daksa sendiri dalam kurun waktu tiga tahun ini telah melaksanakan pemasangan kaki dan tangan palsu secara gratis sebanyak 5.000 penyandang difabel di seluruh Indonesia.

“Sasaran kita adalah masyarakat kurang mampu yang memiliki kebutuhan khusus atau difabel,” terang Syaid, salah seorang pengurus Yayasan Peduli Tuna Daksa di sela acara pemasangan kaki dan tangan palsu, pekan lalu.

Dia berharap dengan kegiatan ini, mereka bisa lebih mandiri dan bisa beraktivitas untuk menunjang perekonomian keluarga. Harapannya, di dalam kehidupan bermasyarakat, kaum difabel tidak lagi dipandang sebelah mata.

Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya juga memberikan pelatihan-pelatihan untuk mendukung potensi mereka seperti pelatihan menanam tanaman organik. Sehingga selain bisa beraktivitas kembali, mereka juga bisa menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Bahkan, imbuh Syaid, saat ini ada beberapa perusahaan yang akan bekerjasama untuk penyaluran tenaga kerja, khususnya bagi para penyandang difabel yang telah menerima bantuan pemasangan kaki dan tangan palsu. (endyk)