Minggu
01 November 2026 | 10 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Inilah Catatan Fraksi DPRD Magetan Terhadap Raperda Perubahan RPJMD Tahun 2018-2023

pdip-jatim-110521-magetan

MAGETAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan memberikan sejumlah catatan terkait rancangan peraturan daerah (raperda) perubahan RPJMD tahun 2018-2023 serta raperda kabupaten layak anak yang diajukan pemkab.

Ketua Fraksi PDI perjuangan Magetan Suyatno, Selasa (11/5/2021), menguraikan sejumlah catatan dari pihaknya terhadap draf dua raperda yang diajukan. Catatan kritis dari fraksi, sebelumnya juga dibacakan Suyatno dalam agenda pandangan fraksi-fraksi pada rapat paripurna di gedung dewan, Senin kemarin.  

Di bidang Pendidikan, Fraksi PDI Perjuangan memberikan catatan perlu adanya peningkatan kualitas pendidikan baik tenaga pendidik maupun fasilitas pendidikannya.

Di bidang kesehatan, fraksi memberikan catatan bahwa belum terpenuhinya indikator RSUD Dr Sayidiman antara lain soal capaian NDR (Net Death Rate). NDR yakni prosentase jumlah pasien keluar RS dalam keadaan meninggal dalam waktu 2 kali 48 jam disbanding jumlah pasien keluar keseluruhan baik dalam kondisi sehat maupun meninggal.

“Fraksi PDI Perjuangan berharap pada pemkab untuk segara mencarikan solusinya,” kata Suyanto.  

Sementara itu pada Dinas PUPR, Fraksi menilai masih minimnya dokumen rencana detil tata ruang yang sangat penting untuk acuan pemberian ijin pemanfaatan lahan dan pengendalian. Untuk bidang pariwisata, Fraksi meminta agar pemerintah daerah lebih meningkatkan jumah kunjungan wisatawan.

Di bidang pertanian, Fraksi memberikan catatan jika pada 5 tahun terakhir, laju pertumbuhannya mengalami penurunan dengan indikator makin berkurangnya tenaga kerja, peralatan, sulitnya pupuk, bersubsidi dan rendahnya harga jual pasca panen.

Terkait usulan raperda kabupaten ramah anak, Fraksi memberikan beberapa catatan dan masukan meliputi beberapa hal. Agar dalam pembahasan raperda disesuaikan peraturan perundang undangan yang berlaku.

“Sehingga dalam pembahasan nantinya dapat menghasilkan perda yang efisien, efektif, dan disusun secara profesional,” katanya.

Raperda ini nantinya, setelah disahkan, diharapkan bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Magetan. PDI Perjuangan berharap pemkab benar-benar serius mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Serta sesegera mungkin pemkab membentuk UPTD perlindungan perempuan dan anak. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...