Jumat
05 Juni 2026 | 1 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sasa Sampaikan Lima Modal Politik Kebangsaan dalam Stadium General STAIM Kendal Ngawi

MVIMG_20210911_160924_copy_840x473

NGAWI – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ma’arif Kendal Kabupaten Ngawi menggelar Stadium General dengan topik “Pendidikan Politik Kebangsaan dan Peran Hukum Islam di Era 4.0,” Sabtu (11/9/2021). Hadir sebagai narasumber dua politisi muda, yaitu Diana AV Sasa, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur dan Gus Anam, Wakil Ketua DPRD Ngawi.

Dalam paparannya, Sasa, sapaan akrab Diana AV Sasa, menyampaikan lima modal politik kebangsaan. Pertama, Masuki tiga sistem pendidikan sekaligus dalam aktivitas kehidupan. Yakni, pendidikan keluarga, perguruan, dan pergerakan.   

“Ki Hadjar Dewantara dalam pola pendidikan kebangsaan dan nasionalisme membikin tiga lingkaran pendidikan yang saling mendukung satu dengan lainnya, yaitu keluarga, perguruan, dan pergerakan,” ujar Sasa.

Menurutnya, keluarga merupakan wadah belajar: memasak, mencuci, istirahat, membaca, hiburan. Pendeknya, di rumah wadah mengasah karakter, kedisiplinan individual, kemandirian. Selanjutnya, di sekolah, di perguruan (tinggi), kita mesti belajarlah tentang ilmu pengetahuan untuk pemberdayaan.

“Lalu, jangan lupa ikut pergerakan untuk mengasah nurani sosial, berdiskusi, latihan menyampaikan pendapat, advokasi, manajemen organisasi, negosiasi dan diplomasi,” jelasnya.

Modal kedua, membaca. Menurut Sasa, seorang politisi kebangsaan, atau apa pun itu, modal utama yang dibawa adalah pikiran. Isi kepala dengan hal-hal yang bergizi dengan banyak membaca. Salah satunya adalah membaca pengalaman politik para pendiri bangsa.

“Untuk mengetahui pengalaman itu, wajib membaca buku-buku biografi bermutu. Bagaimana para tokoh itu meramu pikirannya, beraktivitas, berpolitik, dan seterusnya. Pengalaman berharga mereka bisa menjadi modal gerak politik kelak,” paparnya.

Pendiri perpustakaan Dbuku ini melanjutkan, modal ketiga dalam politik kebangsaan itu adalah menulis. Dengan menulis, seorang politisi dapat merekam gagasan. Dengan menulis, seorang politisi bisa melakukan dialektika pikiran.

“Menulis merupakan usaha dan cara memformulasi dan menyampaikan pikiran secara runut, tertata, tajam. Latih kemampuan ini sejak dini. Menulislah selihai-lihainya, setajam-tajamnya sejak usia muda juga. Menulis adalah cara kita menemukan pikiran sendiri dan membaginya ke orang lain,” urai Sasa.

Modal keempat politik kebangsaan adalah nyantri politik. Seorang politisi harus punya pengalaman berpolitik. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah nyantrik.

“Tanpa pengalaman, niscaya bisa terbentuk. Kita bisa nunut magang kepada “senior”. Dalam proses magang politik itu, cermati segala hal dengan detail: negosiasi, etika sehari-hari, cara bicara, mengelola forum, memimpin rapat-rapat penting (dan tidak penting),” jelasnya.

Sedangkan untuk modal yang kelima, adalah berpartai. Dalam hal ini, Sasa menegaskan, bahwa secara konstitusi, demokrasi Indonesia menyaratkan para politisi untuk ber-partai dalam memperjuangkan aspirasinya. “Jika kita ingin serius dalam berpolitik, ya kita harus berpartai. Saran saya, masuki partai politik di mana hati dan pandangan politik kita sreg, cocok. Terjun ke sana. Jika bisa, mulailah dari bawah, berkarir dari bawah. Supaya apa? Supaya matang dalam berpartai,” tegasnya. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim Angkat Isu Pemanasan Global dalam Bimtek Legislator se-Indonesia

Fraksi PDI Perjuangan DPRD se-Jawa Timur mengangkat isu pemanasan global dan perubahan iklim dalam Bimtek Fraksi ...
KRONIK

Jalur Sarangan dan Tinap Magetan Butuh Penanganan Segera

MAGETAN – Kondisi infrastruktur dan fasilitas keselamatan jalan di sejumlah titik strategis Kabupaten Magetan ...
KRONIK

Selama Bulan Juni, Bupati Sumenep Imbau ASN Pakai Peci Hitam

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki di lingkungan ...
LEGISLATIF

Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah, Novita Hardini Soroti 3 Persoalan Fundamental Pariwisata

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menggarisbawahi tiga persoalan fundamental yang harus segera dituntaskan ...
KRONIK

Jamaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf Manfaatkan Posko Makanan Gratis yang Disediakan Nila Yani Hardiyanti

GRESIK – Posko makanan gratis yang didirikan Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, ...
HEADLINE

319 Legislator PDIP DPRD se-Jatim Ikuti Bimtek Penguatan Pengawasan APBD di Bali

Sebanyak 319 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti Bimtek ...