Senin
10 Agustus 2026 | 5 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini, Terobosan Bupati Sugiri Atasi Kelangkaan Pupuk

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-21022022

PONOROGO – Kelangkaan pupuk bersubsidi membuat para petani di Ponorogo mengeluh. Mereka khawatir akan hasil panen mereka menurun dan kualitas gabah buruk. Untuk memberikan solusi atas kelangkaan pupuk tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo membuat terobosan dengan program pupuk non-subsidi tunda bayar, yaitu petani diberi pupuk terlebih dahulu lalu bisa dibayar setelah empat bulan kemudian dengan perkiraan sudah panen, atau biasa dikenal dengan “yarnen” (bayar setelah panen).

Untuk menyediakan pupuk non-subsidi tersebut, Pemkab Ponorogo bekerjasama dengan pabrik pupuk PT. Antariksa Nusantara Indonesia Group (ANIG).

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyampaikan, solusi tersebut adalah jalan tengah. Setiap tahun realisasi pupuk bersubsidi dari RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) selalu menurun. Pupuk bersubsidi hanya dicukupi sebanyak 60 persen, dan pabrik menyediakan 40 persen.

“Kelangkaan pupuk karena pupuk dikurangi dari RDKK yang bisa mencukupi 60 persen dari RDKK petani di Ponorogo. Untuk itu kita buat terobosan dengan bekerja sama dengan pabrik pupuk yang membayarnya setelah panen atau yang lebih dikenal dengan yarnen,” ujar Bupati Sugiri usai membuka Sosialisasi Pupuk Non-Subsidi Tunda Bayar di Gedung Sasana Praja, Senin (21/2/2022).

“Jadi, kebutuhan pupuk dari pabrik akan ditanggung sebanyak 40 persen,” lanjutnya.

Terkait jaminan, Bupati Sugiri menegaskan tidak ada jaminan yang diberikan dari petani. Jaminan yang dibutuhkan hanyalah jaminan kepercayaan, kepatuhan, dan kesadaran dari petani itu sendiri yang dianggapnya menjadi penting.

“Kalau gagal panen nanti kita rumuskan. Ya mudah-mudahan tidak gagal panen. Pupuknya sesuai dengan kebutuhan petani,” jelasnya.

Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu juga mengamanatkan para petani untuk mengubah kebiasaan dengan mengurangi penggunaan pupuk tunggal dan beralih menggunakan pupuk majemuk. Sehingga penggunaan pupuk majemuk bisa bertambah.

“Kalau bisa kebiasaan pupuk kimia dikurangi, sehingga biar pupuk organik bisa meningkat. Biar ke depan pelan-pelan bisa jadi habit (kebiasaan). Kebiasaan yang harus didorong bersama-sama,” pungkasnya di hadapan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan pengurus Gapoktan. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

16 Tim Bertemu di Soekarno Cup, Komarudin: Sepak Bola Harus Jadi Ruang Persatuan Anak Muda

Komarudin Watubun menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Buka Jalan Talenta Pelosok, Eri: Ini Realisasi Mimpi Anak Petani dan Nelayan

Soekarno Cup 2026 membuka panggung bagi talenta muda dari pelosok, termasuk anak petani dan nelayan. Eri Cahyadi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Cup Jadi Wadah Talenta Muda Wong Cilik dan Pembentuk Karakter

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara bagi 16 tim dari berbagai daerah di ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup 2026 Siapkan VAR untuk Semifinal dan Final, Jaga Sportivitas Pertandingan

Soekarno Cup 2026 menyiapkan teknologi VAR untuk semifinal dan final. Panitia juga mendatangkan wasit dari luar ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Kecamatan Pakel Jadi Kandang Banteng Sejati

TULUNGAGUNG – Dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 1999 hingga 2024, tercatat bahwa PDI Perjuangan ...
KRONIK

Hj. Ansari Dorong Masyarakat Perkuat Mitigasi Bencana sejak Dini

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendorong masyarakat memperkuat mitigasi bencana dan kepedulian ...