Jumat
14 Agustus 2026 | 2 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini, Sikap PDIP Jatim Terkait Teror Bom Medan

pdip-jatim-sri-untari-sek-baru

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengecam aksi bom bunuh diri di Mapolresta Medan, Rabu (13/11/2019), yang mengakibatkan enam orang terluka.

“Kami tentu mengecam aksi teror tersebut, karena merupakan tindakan tak berperikemanusiaan. Tindakan tersebut jelas-jelas upaya mencabut hak hidup paling mendasar dari seorang manusia, yakni hak hidup,” kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, Sabtu (16/11/2019).

Dalam keyakinan semua agama, sebut Untari, kehidupan dan kematian sesungguhnya adalah kewenangan Tuhan Yang Maha Esa, yang memberikan kehidupan dan mengambil kehidupan atas tiap-tiap orang.

PDI Perjuangan Jawa Timur, lanjut Untari, turut prihatin terhadap sejumlah korban luka akibat aksi tersebut. Karena itu, keluarga besar PDIP Jatim mendoakan agar para korban teror agar segera mendapatkan kesembuhan baik secara fisik maupun traumatik.

“Kami di Jawa Timur sangat bisa merasakan apa yang dirasakan warga Medan. Sebab kami yang di Jawa Timur, belumlah hilang dari ingatan kami terkait aksi teror bom di Surabaya dan di Sidoarjo yang mengakibatkan hilangnya sejumlah nyawa manusia setahun lalu,” ucapnya.

Mencermati perkembangan pengungkapan kasus teror di Medan oleh pihak berwenang, tambah Untari, pihaknya berharap ada percepatan dalam pengungkapannya hingga tuntas. Untuk kemudian memproses hukum secara tegas  apabila kemudian terungkap ada personal atau pihak atau kelompok lain yang terlibat.

Kepada keluarga besar PDI Perjuangan di Jawa Timur secara khusus, dan masyarakat Jawa Timur secara umum, Untari mengharapkan untuk tidak takut. Sebab ketakutan massal itulah yang dikehendaki para teroris.

“Sebab dengan ketakutan, akan menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan, saling curiga, hingga akhirnya mempermudah ruang gerak para penganut terorisme,” ujarnya.

Pihaknya juga mengajak warga Jawa Timur untuk terus menjaga ketentraman di lingkungan masing-masing. Dengan tetap menjaga tali silaturahmi antar tetangga, terbuka dalam pergaulan baik dengan lintas suku, golongan, maupun agama seperti terjalin selama ini dengan mengedepankan sikap toleransi. Sebab hanya dengan toleransi, maka pondasi kerukunan antar warga yang beragam ini bisa kokoh dan solid.  

“Toleransi bisa dilakukan dari hal yang paling kecil. Dari soal sepele seperti mengucap salam misalnya, juga mesti mengedepankan toleransi seperti diajarkan para pendiri bangsa,” kata Untari.

Bahkan karena tingginya rasa toleransi pada saat itu, para pendiri bangsa merumuskan satu salam nasional, satu salam tunggal, salam milik bersama, sebagai bentuk saling mendoakan dan memberikan semangat antar anak bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam agama dan suku ini.

Untari menambahkan, salam yang dimaklumatkan Presiden Soekarno dan belum ada pencabutan atas maklumat tersebut adalah salam dengan kata: Merdeka! Yang dibalas dengan kata: Merdeka!

Pengucapan salam disertai dengan mengangkat satu tangan dengan lima jari pada posisi terbuka dan sejajar dengan pundak.

Dalam perjalanan bernegara dan berbangsa, salam tersebut tidak lagi dipergunakan dalam keseharian maupun dalam acara kenegaraan. Meski begitu, sikap dan tindakan menjunjung tinggi toleransi masih dipraktikkan para pemimpin negeri ini dalam upaya menjaga kebhinneka tunggal ika-an negeri ini.

Presiden Jokowi misalnya, yang mengucapkan  seluruh salam agama yang ada dengan salam “khas” masing-masing sebelum maupun sesudah mengakhiri setiap pidato-pidato resminya. Hal serupa juga dilakukan sebagaian besar kepala daerah maupun aparat penyelenggara negara yang ada di Jawa Timur. (ru)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC Tahan Banteng Kalbar, 25 Talenta Muda Terus Ditempa di Soekarno Cup

Banteng Jatim FC menahan imbang Banteng Kalbar di laga kedua Soekarno Cup 2026. Tim ini membawa 25 talenta terbaik ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...