BOJONEGORO – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bojonegoro mengapresiasi Rancangan APBD (RAPBD) Tahun 2022 yang telah disusun pemkab. Fraksi menilai, sejumlah program kerakyatan seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan perekonomian masih menjadi fokus kerja pemerintah.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Bojonegoro, Bambang Sutriyono, Jumat (5/11/2021) menjelaskan, upaya pencapaian kesejahteraan dan kemakmuran rakyat adalah orientasi dan tujuan utama dalam pembangunan.
“Sehingga setiap rupiah yang dianggarkan dalam APBD oleh Pemerintah Bojonegoro haruslah berbanding lurus dengan capaian peningkatan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro,” kata Bambang Sutriyono menjelaskan sikap resmi fraksinya seperti tertuang dalam Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan.
Fraksi PDI perjuangan, lanjut Bambang Sutriyono, berharap APBD Tahun 2022 dapat berwujud sebagai dinamika dan pergerakan lingkungan dari aspirasi prioritas masyarakat yang diperoleh selama proses musrenbang maupun reses yang dilaksanakan anggota dewan.
“Serta mampu membaca kondisi riil yang menjadi kebutuhan pokok dan prioritas masyarakat dengan tetap memegang prinsip pengelolaan daerah yang baik, transparan dan akuntabel,” katanya.
Fraksi juga mengapresiasi penyusunan RAPBD 2022 yang memperhatikan sinergitas pembangunan nasional, provinsi, dan kabupaten.
Sementara untuk catatan kritisnya, PU Fraksi PDI Perjuangan menyoroti terkait sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) APBD 2021. Fraksi berharap agar hal tersebut tidak terjadi pada pelaksanaan APBD 2022. “Agar setiap rupiah atau anggaran yang sudah dialokasikan benar-benar tepat sasaran dan bisa terserap penuh untuk seluruh masyarakat Bojonegoro,” kata Bambang.
Lagu Indonesia Indonesia Raya di 10 November
Pada kesempatan tersebut, Fraksi PDI Perjuangan juga mengusulkan kepada pemerintah kabupaten untuk menerbitkan imbauan pengumandangan lagu Indonesia Raya setiap jam 10.00 menyambut Hari Pahlawan, 10 November.
Fraksi berharap, pengumandangan lagu kebangsaan dilakukan seluruh satuan kerja perangkat daerah, lembaga pendidikan dari SD, SMP, SMA, sampai Kampus dan seluruh intansi yang ada.
“Harapan kita, dengan cara-cara di atas jiwa nasionalisme bangsa ini akan tetap terpupuk dalam taman sari jiwanya masyarakat Bojonegoro. Khususnya bagi anak-anak kita agar tetap sadar akan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya. (jen/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










