
BANJARMASIN – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan fokus perjuangan Partainya setelah menjadi pemenang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 adalah terus bergerak ke bawah menyatu dengan kekuatan rakyat.
“Itu adalah satu-satunya manuver politik PDI Perjuangan. Manuver di tengah rakyat, bukan manuver di tengah elit,” kata Hasto, saat di Banjarmasin, Senin (4/11/2019).
Di situlah, kata Hasto, peran PDI Perjuangan sebagai partai yang telah dipercaya memenangkan hati rakyat menjadi lebih jelas dan bermakna. Dengan demikian, partai juga bisa memberikan kontribusi dan stabilitas politik terhadap jalannya pemerintahan ke depan.
“Dan mampu membuktikan PDI Perjuangan sebagai jembatan infrastruktur bagi aspirasi rakyat untuk diperjuangkan dalam kebijakan publik,” lanjutnya.
Terkait dengan langkah Partai Nasdem yang disebut-sebut banyak kalangan tengah melakukan ‘manuver’ politik dengan membangun komunikasi dengan PKS dan partai di luar pemerintah, Hasto menganggap, setiap partai politik memiliki strateginya masing-masing.
Kata Hasto, jika partai tertentu membangun strateginya dengan cara bertemu elit, maka PDI Perjuangan membangun persahabatan dengan partai-partai politik, dan menempatkan konsolidasi partai di tengah rakyat sebagai skala prioritas.
“Partai harus memberikan jawaban karena cukup lama kita berkontestasi. Maka, sudah saatnya kita sekarang untuk menjadikan politik gerakan ke bawah, politik menyatu dengan rakyat, mencari solusi yang terbaik bagi rakyat, itu harus menjadi terpenting dari skala prioritas dari elit politik,” tandas Hasto.
Hasto juga menyampaikan, kader PDIP harus memperluas ruang geraknya bukan hanya pada bidang politik saja, melainkan juga bidang lain seperti ekonomi, mencetak para usahawan dan yang terpenting penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).
“Peningkatan sumber daya manusia menjadi perhatian PDI Perjuangan sehingga PDI Perjuangan ingin mengubah orientasi kepartaian dengan menekankan pentingnya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Hasto. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









