BANYUWANGI –Tari Gandrung tampil memukau sebagai pembuka rangkaian kegiatan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar di dua lokasi berbeda, yakni Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center dan Havana Waterpark, Rabu (22/4/2026).
Pelaksanaan Musancab di Havana Waterpark dihadiri Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 12 kecamatan, meliputi Muncar, Tegaldlimo, Purwoharjo, Bangorejo, Pesanggaran, Siliragung, Cluring, Gambiran, Tegalsari, Genteng, Glenmore, dan Kalibaru.
Penampilan di lokasi Musancab pada Havana Waterpark, menampilkan tari Gandrung Sri Dewi yang dibawakan oleh Sanggar Tari Aji Kembang.
Ketua sanggar, Desi, menjelaskan bahwa Gandrung Sri Dewi merupakan pengembangan dari bentuk Gandrung sebelumnya. Dalam pertunjukan, Tari Gandrung Sri Dewi dibawakan oleh seorang penari perempuan profesional yang diiringi musik tradisional gamelan.
“Kalau yang kita tampilkan tadi itu namanya Gandrung Sri Dewi. Jadi, Gandrung itu kalau di Banyuwangi sudah menjadi ikonik, utamanya untuk acara penyambutan tamu. Gandrung Sri Dewi ini merupakan pengembangan gerak dan musik dari Gandrung terdahulu,” ujar Desi.
Tari Gandrung sendiri merupakan salah satu warisan budaya khas Banyuwangi. Secara etimologis, kata “gandrung” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “tergila-gila” atau “cinta habis-habisan”. Tarian ini awalnya mencerminkan ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah sekaligus menjadi sarana hiburan rakyat.
Sedangkan pada Gandrung Sri Dewi, makna dari Gandrung Sri Dewi menggambarkan sosok perempuan yang cantik, lemah gemulai, dan manis sebagai simbol penyambutan tamu.
“Maknanya dari Sri Dewi itu seperti wanita cantik, lemah gemulai, dan manis untuk menyambut tamu,” pungkasnya. (gio/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










