Kamis
19 Februari 2026 | 10 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini, Alasan Bupati Maryoto Tutup Tempat Wisata Saat Nataru

pdip-jatim-211214-pantai-gemah

TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung Maryoto Birowo memastikan akan menutup tempat wisata saat Tatal dan Tahun Baru (nataru). Tujuannya, mencegah Kabupaten Tulungagung dari lonjakan kasus Covid-19.

“Tempat wisata dan tempat hiburan saat nataru semuanya ditutup,” tegas Maryoto, di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (14/12/2021).

Pihaknya khawatir pembukaan tempat wisata akan memicu kerumunan wisatawan. Terlebih wisatawan lokal asal Kabupaten Tulungagung.

“Kami khawatir kalau terjadi kerumunan saat nataru akan memicu klaster baru Covid-19,” terangnya.

Kader PDI Perjuangan ini mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondisi Kabupaten Tulungagung yang saat ini sudah dapat mengendalikan penyebaran Covid-19.

Terlebih Kabupaten Tulungagung sebentar lagi diyakini pula akan turun level dalam penerapan PPKM. Dari yang saat ini level 2 menjadi level 1.

“Karena itu, pemicu berkumpulnya masyarakat harus dibatasi. Kalau tidak ada pembatasan bisa-bisa akan terjadi lagi puncak penyebaran Covid-19 seperti pengalaman lalu,” papar Maryoto.

Dia lantas mencontohkan Pantai Gemah yang saat ini menjadi tempat wisata paling diminati di Kabupaten Tulungagung. Saat buka dan beroperasional, setiap akhir pekan tempat wisata yang berada di Kecamatan Besuki itu selalu ramai dikunjungi wisatawan.

“Di Pantai Gemah pengunjungnya bisa mencapai antara 30 ribu sampai 35 ribu. Tentu ini akan menjadi tempat berkerumunnya warga kalau tidak ditutup,” sebutnya.

Menurut Maryoto, penutupan tempat wisata atau tempat hiburan sesuai dengan imbauan dari menteri dalam negeri (mendagri). “Kami pun yakin nanti jelang nataru akan ada lagi aturan terkait pembatasan dari pemerintah pusat,” ujar dia.

Orang nomor satu di Kabupaten Tulungagung ini menambahkan, ruang publik saat nataru pun tak luput dari penutupan. Di antaranya Alun-alun Kota Tulungagung dan GOR Lembu Peteng.

“Semuanya kami imbau untuk tutup. Hanya penjual makanan atau kuliner yang bisa buka. Itu pun tanpa harus ada hiburan dan pengunjungnya dibatasi sampai 75 persen,” pungkasnya. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Said Abdullah Salurkan Zakat Mal ke Ribuan Jemaah Tarawih di Sumenep

SUMENEP – Ketua Banggar DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, MH Said Abdullah, menunaikan zakat mal ...
KRONIK

Bupati Ipuk Deklarasi Banyuwangi ASRI, Program Kebersihan Berkelanjutan dan Terintegrasi

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengakselerasi Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan ...
KRONIK

Warga Ngrayun Ponorogo Lapor ke Sasa, Jembatan yang Ambrol didatangi Wakil Bupati

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo meninjau langsung jembatan kerek darurat di Dusun Purworejo, Desa ...
KRONIK

Dari Pena ke Pengabdian, Perjalanan Martha Membangun Desa dan Literasi

BONDOWOSO – Di sebuah sudut Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami, cerita tentang perubahan tidak selalu dimulai ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Dana Rp5 Juta per RW Bukan untuk Seremoni, Tapi Latih Kemandirian Gen Z

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan program alokasi dana Rp5 juta per bulan untuk setiap Rukun ...
LEGISLATIF

Candra Soroti Minimnya Respons DTPHP Jember dalam Pemenuhan Data Pertanian

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyayangkan belum dipenuhinya permintaan data kepada Dinas ...