Rabu
30 September 2026 | 7 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini, Alasan Bupati Maryoto Tutup Tempat Wisata Saat Nataru

pdip-jatim-211214-pantai-gemah

TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung Maryoto Birowo memastikan akan menutup tempat wisata saat Tatal dan Tahun Baru (nataru). Tujuannya, mencegah Kabupaten Tulungagung dari lonjakan kasus Covid-19.

“Tempat wisata dan tempat hiburan saat nataru semuanya ditutup,” tegas Maryoto, di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (14/12/2021).

Pihaknya khawatir pembukaan tempat wisata akan memicu kerumunan wisatawan. Terlebih wisatawan lokal asal Kabupaten Tulungagung.

“Kami khawatir kalau terjadi kerumunan saat nataru akan memicu klaster baru Covid-19,” terangnya.

Kader PDI Perjuangan ini mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondisi Kabupaten Tulungagung yang saat ini sudah dapat mengendalikan penyebaran Covid-19.

Terlebih Kabupaten Tulungagung sebentar lagi diyakini pula akan turun level dalam penerapan PPKM. Dari yang saat ini level 2 menjadi level 1.

“Karena itu, pemicu berkumpulnya masyarakat harus dibatasi. Kalau tidak ada pembatasan bisa-bisa akan terjadi lagi puncak penyebaran Covid-19 seperti pengalaman lalu,” papar Maryoto.

Dia lantas mencontohkan Pantai Gemah yang saat ini menjadi tempat wisata paling diminati di Kabupaten Tulungagung. Saat buka dan beroperasional, setiap akhir pekan tempat wisata yang berada di Kecamatan Besuki itu selalu ramai dikunjungi wisatawan.

“Di Pantai Gemah pengunjungnya bisa mencapai antara 30 ribu sampai 35 ribu. Tentu ini akan menjadi tempat berkerumunnya warga kalau tidak ditutup,” sebutnya.

Menurut Maryoto, penutupan tempat wisata atau tempat hiburan sesuai dengan imbauan dari menteri dalam negeri (mendagri). “Kami pun yakin nanti jelang nataru akan ada lagi aturan terkait pembatasan dari pemerintah pusat,” ujar dia.

Orang nomor satu di Kabupaten Tulungagung ini menambahkan, ruang publik saat nataru pun tak luput dari penutupan. Di antaranya Alun-alun Kota Tulungagung dan GOR Lembu Peteng.

“Semuanya kami imbau untuk tutup. Hanya penjual makanan atau kuliner yang bisa buka. Itu pun tanpa harus ada hiburan dan pengunjungnya dibatasi sampai 75 persen,” pungkasnya. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mengusung Konsep Baru, “Gandrung Sewu Banyuwangi” Dilaksanakan Malam Hari

BANYUWANGI – Gelaran tari kolosal Gandrung Sewu akan digelar dengan konsep baru pada 24 Oktober 2026. Untuk pertama ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta Pengawasan Stunting di Kota Batu Diperkuat, Jangan Berhenti Seremonial

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu Asmadi meminta pengawasan penanganan stunting diperkuat agar intervensi tidak ...
LEGISLATIF

Eddy Paripurna Dorong Penambahan Sapi Perah Berkualitas untuk Perkuat Produksi Susu Lokal

SURABAYA – Penguatan produksi susu nasional dinilai harus dimulai dari hulu dengan menambah populasi sapi perah ...
LEGISLATIF

PGRI Blitar Soroti Periodisasi Kepala Sekolah, Guntur Wahono Siap Kawal Aspirasi Guru

BLITAR – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Blitar menyoroti penerapan regulasi periodisasi kepala ...
LEGISLATIF

RAPBD Surabaya 2027 Alokasikan Rp6,22 T untuk Infrastruktur, Eri Irawan: Jadi Stimulus Ekonomi

SURABAYA – Alokasi belanja infrastruktur pelayanan publik dalam Rancangan APBD (RAPBD) Surabaya 2027 mencapai ...
EKSEKUTIF

Cegah Anak Mengamen, Pemkot Surabaya Siapkan Pelatihan Menjahit dan Usaha Gorengan

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak hanya menghentikan aktivitas seorang anak yang diduga diajak ...