Minggu
08 November 2026 | 5 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini, Ajakan Bupati Mas Ipin dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila

pdip-jatim-240602-masipin

TRENGGALEK – Membacakan kembali pidato Bung Karno dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengajak masyarakat Trenggalek untuk saling bertenggang rasa.

Juga bertoleransi, menghargai perbedaan, menghargai satu sama lain seperti halnya prinsip berbangsa yang disampaikan Bung Karno dalam pidatonya.

Bupati yang akrab dipanggil Mas Ipin itu memilih membacakan kembali sambutan Bung Karno meskipun itu memakan waktu sedikit lebih lama.

Membacakan lagi karena Mas Ipin ingin mengingatkan kembali prinsip berbangsa pada waktu Bung Karno sehingga lahirlah 5 prinsip yang menjadi dasar Pancasila saat ini.

“Tadi kita membacakan kembali pidato Bung Karno 1 Juni. Beberapa cuplikan, salah satunya yang mengingatkan kita sebagai sebuah bangsa itu bahwa ada satunya persamaan nasib,” kata kepala daerah muda itu, dikutip dari laman FB Prokopim Pemkab Trenggalek, Sabtu (1/6/2024).

Nasional tidak hanya persatuan atau kesamaan nasib, tetapi juga bersatunya manusia-manusia yang di dalamnya dengan tanah airnya, dengan bumi yang dipijaknya.

“Jadi, semoga di Trenggalek kita bisa saling bertenggang rasa, bertoleransi, menghargai perbedaan, menghargai satu sama lain sehingga kita bisa hidup nyaman damai di Indonesia tercinta ini,” tuturnya.

Lebih lanjut Mas Ipin menyampaikan, Bung Karno telah menyampaikan 4 prinsip dasar negara. Yakni, 1. Kebangsaan Indonesia; 2. Internasionalisme atau perikemanusiaan; 3. Mufakat atau demokrasi; 4. Kesejahteraan sosial.

Prinsip yang kelima hendaknya menyusun Indonesia merdeka dengan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Prinsip Ketuhanan, paparnya, bukan saja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan, tuhannya sendiri.

Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al Masih, yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad SAW, orang Buddha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya.

“Tetapi marilah kita semuanya bertuhan. Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa,” tandas Wakil Ketua Apkasi itu. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Hasto Kristiyanto Ajak Anak Muda Teladani Soekarno Way, Bangun Kepemimpinan Berpihak kepada Rakyat

BLITAR — Generasi muda harus memiliki ideologi, karakter kepemimpinan, dan keberanian memperjuangkan kepentingan ...
KRONIK

Deni Wicaksono: Partai Politik Harus Beri Ruang Anak Muda Berkarya, Bukan Sekadar Dibutuhkan Saat Pemilu

BLITAR — Partai politik harus menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, menyampaikan ...
KABAR CABANG

DPC Lumajang Salurkan Bantuan untuk Warga Tempursari Terdampak Bencana

LUMAJANG — Sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial, jajaran kader PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang ...
KABAR CABANG

Dari Buku ke Layar Lebar, PDI Perjuangan Jember Bangun Tradisi Pendidikan Politik

JEMBER – Pendidikan politik tidak harus berlangsung di ruang seminar atau melalui pidato politik. DPC PDI ...
KRONIK

Soekarno Run Blitar Diikuti 4.200 Peserta, Hotel hingga UMKM Berpeluang Raup Dampak Ekonomi

BLITAR — Sebanyak 4.200 peserta dari berbagai daerah dijadwalkan mengikuti Soekarno Run 2026 di Kota Blitar, Minggu ...
KRONIK

Banyuwangi Raih Penghargaan Sidaya Awards 2026, Punya 153 Sekolah Lansia

BANYUWANGI – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan produktif ...