Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pengembangan wisata alam pegunungan yang dipadukan kuliner untuk menggerakkan ekonomi dan UMKM warga.
TRENGGALEK – Potensi pegunungan dan perbukitan di Kabupaten Trenggalek dinilai bisa menjadi kekuatan baru sektor pariwisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pengembangan wisata alam tersebut dipadukan dengan kuliner khas daerah.
Menurut Doding, karakter geografis Trenggalek yang sebagian besar berupa kawasan pegunungan dan perbukitan menyimpan potensi wisata yang masih bisa dikembangkan lebih luas. Konsep wisata alam yang dipadukan dengan kuliner dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Contohnya di Desa Suruh, Kecamatan Suruh ini. Kecamatan ini banyak ditemui bukit dan ini potensi jika dikembangkan dengan matang,” kata Doding Rahmadi, Selasa (22/9/2026).
Dia mengapresiasi sejumlah warga dan pelaku usaha yang mulai menangkap peluang tersebut dengan membuka usaha yang menggabungkan panorama alam dan kuliner.

Salah satunya Teras Pawon Lingsir Wengi Puncak Dawung di Desa Suruh. Lokasi kuliner tersebut berada di kawasan ketinggian yang menjadi jalur menuju Kecamatan Pule.
Menurut Doding, kondisi tersebut menjadi modal yang menarik untuk dikembangkan. Selain menawarkan udara yang sejuk dan suasana jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, wisatawan juga dapat menikmati panorama pegunungan dan perbukitan.
“Trenggalek itu ramahnya luar biasa. Kalau blusukan ke desa-desa, disapa warga dengan ramah,” ujar pria yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek ini.
Konsep wisata kuliner berbasis alam tersebut, lanjut Doding, dapat menjadi alternatif destinasi bagi masyarakat yang ingin menikmati makanan sekaligus suasana pedesaan dan pegunungan.
Pengunjung tidak hanya disuguhi panorama alam yang masih asri, tetapi juga beragam pilihan kuliner. Mulai masakan khas Jawa hingga olahan hasil laut yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Trenggalek.

“Jangan salah, Trenggalek itu juga surganya perikanan, utamanya laut. Nasi gegok itu khasnya Trenggalek dengan menu ikan laut dipadu sambal,” katanya.
Bagi Doding, pengembangan wisata yang melibatkan potensi lokal memiliki manfaat lebih luas. Bukan hanya menghadirkan destinasi baru, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi.
Keberadaan usaha kuliner di Desa Suruh, misalnya, turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Para pekerja yang terlibat berasal dari lingkungan sekitar sehingga perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Setidaknya ini menjadi ruang bagi pelaku UKM Desa Suruh untuk tumbuh dan berkembang. Tentunya dengan ciri khasnya sendiri. Teras Pawon Lingsir Wengi menjadi langkah nyata dalam menggerakkan roda perekonomian, meningkatkan pendapatan, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Desa Suruh,” pungkasnya.
Doding berharap semakin banyak potensi alam di desa-desa Trenggalek yang dikembangkan dengan pendekatan serupa. Wisata alam, kuliner, keramahan masyarakat, serta produk lokal dapat dikemas menjadi satu kekuatan destinasi yang memiliki karakter khas Trenggalek. (azz/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










