Sabtu
27 Juni 2026 | 11 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ina Ammania Dorong Penguatan Pendidikan Pesantren di Era Digital

pdip-jatim-251009-ina-ammania-2

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan pesantren agar mampu beradaptasi dengan tantangan zaman, terutama di era digital saat ini.

Hal itu disampaikannya dalam acara bertajuk Ngopi (Ngobrol Pendidikan Agama Islam) yang digelar di salah satu hotel di Bondowoso, Rabu (8/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri para pengasuh pesantren, santri, serta akademisi, termasuk Rektor UIN KHAS Jember Dr. Hepni, S.Ag., M.M, yang turut memberikan pandangan mengenai sinergi antara dunia akademik dan pendidikan pesantren.

Dalam sambutannya, Ina Ammania menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya berilmu agama, tetapi juga memiliki kompetensi teknologi dan semangat kebangsaan.

“Pesantren adalah benteng moral bangsa. Namun di era modern ini, santri juga harus melek teknologi agar bisa bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan,” ujar Ina Ammania.

Politisi PDI Perjuangan yang sudah empat kali menjadi anggota DPR itu juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan mutu pendidikan pesantren di parlemen.

Pesantren, sebutnya, tidak boleh tertinggal di tengah derasnya arus digitalisasi. Menurutnya, santri harus dibekali kemampuan literasi digital agar bisa menjadi pelopor kebaikan di dunia maya.

“Kami di DPR RI berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan pesantren, baik melalui dukungan regulasi maupun program pemberdayaan,” jelasnua.

Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember Dr. Hepni, S.Ag., M.M.menyampaikan bahwa kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang kuat dan berkemajuan.

“Pesantren memiliki kekuatan moral dan spiritual, sementara perguruan tinggi memiliki kekuatan akademik. Jika keduanya bersinergi, maka akan lahir generasi santri yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ungkapnya.

Kegiatan Ngopi Pendidikan Agama Islam ini juga menjadi ajang dialog terbuka antara pengasuh pesantren dan pemerintah. Para peserta menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan peningkatan kapasitas guru agama, hingga penguatan kurikulum pesantren berbasis digital. (art/*/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA APBD Kabupaten Madiun Rp210,94 M, Minta Evaluasi Perencanaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun menyoroti SiLPA APBD 2025 sebesar Rp210,94 miliar dan meminta ...
KABAR CABANG

Gema Piala Dunia di Soekarno Cup E-Football DPC Ngawi

NGAWI – Gema sepakbola dunia turut terasa di Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi. Selama dua malam, ...
LEGISLATIF

Banggar DPRD Jember Ingatkan Pemkab Tak Lagi Geser Anggaran APBD Sepihak

Banggar DPRD Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten Jember agar tidak lagi menggeser anggaran APBD yang telah ...
EKSEKUTIF

Eri Perintahkan Inspektorat Periksa Camat dan Lurah, Siap Copot Jika Kinerjanya Buruk

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memerintahkan Inspektorat memeriksa camat dan lurah di tiga kecamatan setelah sidak ...
KABAR CABANG

Eko Wahyono Tawarkan Tiga Strategi Membumikan Marhaenisme di Kalangan Gen-Z

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPC PDI Perjuangan Surabaya Eko Wahyono menawarkan tiga pendekatan untuk ...
LEGISLATIF

Temui Massa Aksi, Ketua DPRD Blitar Pastikan 11 Tuntutan Mahasiswa Dikawal

Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi turun langsung menemui massa aksi Cipayung Plus Blitar Raya dan memastikan 11 ...