Minggu
13 September 2026 | 4 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ibu Mega Ucapkan Terima Kasih untuk Presiden Prabowo, Pimpinan MPR & Seluruh Rakyat

pdip-jatim-240726-said

Oleh: Said Abdullah, Ketua DPP PDI Perjuangan

SEGENAP kader PDI Perjuangan merayakan 52 tahun lahirnya Partai yang dibidani Ibu Prof Dr Megawati Soekarnoputeri bersama tokoh tokoh senior partai. Peringatan hari lahir PDI Perjuangan kami laksanakan secara sederhana, dan dipusatkan di Sekolah Partai PDI Perjuangan di Lenteng Agung Jakarta.

Pada puncak acara peringatan hari lahir PDI Perjuangan, saya menyimak dengan cermat pidato politik Ibu Mega. Salah satu momen yang mengharukan dalam pidato beliau ketika beliau menyampaikan terima kasih kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat RI (MPR RI) dan Presiden Prabowo Subianto atas pemulihan nama baik Ir Soekarno (Bung Karno), sebagai Presiden pertama RI.

Saya selalu menyimak Pidato Ibu Mega, mulai dari Kongres Luar Biasa PDI di Bulan Desember 1993 sampai sekarang menjadi PDI Perjuangan, Ibu Mega selalu tersentuh hati beliau saat berbicara dua hal, pertama tentang cita cita Indonesia Raya, dan kisah perjuangan politik Bung Karno yang di akhir kekuasaannya diperlakukan bak pesakitan politik.

Keluarnya TAP MPR No XXXIII/MPR/1967 yang mencabut mandat Presiden Soekarno, selaku mandataris MPR, dan melalui TAP MPR ini pula negara memberikan tuduhan bahwa Presiden Soekarno dianggap memberikan keuntungan atas peristiwa G-30-S 1965, dan melindungi tokoh-tokoh yang terlibat dalam gerakan tersebut. Dan atas pertimbangan tersebut Presiden Soekarno dimakzulkan oleh MPR.

Seperti kita ketahui bersama, setelah diberhentikan dari presiden, Bung Karno diperlakukan sebagai tahanan kota, beliau dijauhkan dari keluarganya, dan tidak mendapatkan perawatan kesehatan sebagaimana selayaknya sebagai proklamator dan mantan presiden.

Di akhir hayat, Bung Karno wafat dengan kondisi yang sangat menyedihkan. Beliau merasakan kesakitan luar biasa akibat kerusakan ginjal, dan sengaja tidak diberikan pertolongan medis yang semestinya.

Selain itu, anak-anak Bung Karno, termasuk Ibu Mega menghadapi berbagai tekanan, dan pembatasan politik di masa Orde Baru. Orde Baru juga melakukan ‘de-Soekarnoisasi’, atau pelarangan atas penyebaran ajaran ajarannya secara sistematis.

Sejarah itu tersimpan kuat dalam memori Ibu Mega. Saking kuatnya ingatan itu, maka ketika MPR mencabut TAP MPR NoXXXIII/MPR/1967, rasa haru dan terima kasih itu beliau ucapkan kembali. Sebab dengan pencabutan TAP MPP tersebut negara telah memulihkan nama baik Bung Karno.

Tanpa andil Presiden Prabowo dan seluruh Pimpinan MPR, serta dukungan seluruh elemen rakyat, mustahil TAP MPR yang menyangkutkan Bung Karno dengan G30S/1965 itu bisa dihapuskan. Kerena itulah, dalam pidato Ibu Mega tadi sore sungguh memberikan kesan yang mendalam.

Apresiasi setulus-tulusnya dari beliau kepada Presiden Prabowo, Pimpinan MPR dan seluruh rakyat.

Saya menangkap pesan yang mendalam, kenapa Ibu Mega menyampaikan rasa terima kasih yang tulus tersebut dengan penuh haru. Pertama, pencabutan TAP MPR No XXXIII/MPR/1967 yang memulihkan nama baik Bung Karno dapat beliau perjuangkan, dan justru didukung oleh Presiden Prabowo yang notabene bukan kader PDI Perjuangan.

Kedua, saya menangkap kesan, sepertinya Ibu Mega ingin menghindari konflik kepentingan, khususnya di saat beliau menjabat sebagai Presiden, namun tidak sesegera mungkin memulihkan nama baik Bung Karno. Apalagi keadaan ekonomi dan keamanan nasional saat itu sedang tidak baik-baik saja.

Sepertinya beliau ingin memberikan keteladanan, jangan mementingkan keluarga meskipun itu penting, disaat negara sedang membutuhkan tanggung jawab lain yang lebih prioritas.

Kenegarawanan Presiden Prabowo dan Ibu Mega patut kita contoh. Kita teladani sebagai mata air dalam membangun perdaban politik yang kering akhir akhir ini.

Kita juga menyaksikan, Orde Baru yang perkasa tidak bisa membungkam kebenaran. Kebenaran akan senantiasa mencari jalan keadilannya sendiri. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Wakil Ketua DPRD Magetan Suyatno Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa di Panekan

MAGETAN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, H. ...
LEGISLATIF

Rekomendasikan Pemutakhiran Data Desil, DPRD Trenggalek Minta BPS dan Dinsos Turun ke Lapangan

TRENGGALEK – DPRD Trenggalek merekomendasikan pemutakhiran data desil secara langsung di lapangan untuk mengatasi ...
SEMENTARA ITU...

Yuzar: Kader Digital Harus Kritis, Jangan Mudah Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuzar Rasyid, mengingatkan kader digital Muhammadiyah ...
KABAR CABANG

Probolinggo Siaga Darurat Kekeringan, PDI Perjuangan Instruksikan Kader Jadi Early Warning System

KABUPATEN PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah dengan status Siaga Darurat Kekeringan di ...
EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...