oleh

HUT Kota Malang, Made: Jangan Sekali-sekali melupakan Sejarah

-Berita Terkini, Kronik-124 kali dibaca

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika berharap momentum HUT ke 107 Kota Malang yang diperingati 1 April ini, dapat mewujudkan keselarasan dari perbedaan suku, adat, tradisi, dan agama. 

“Serta mampu menjadi salah satu elemen penguat nilai-nilai kebangsaan dan NKRI,” kata Made Riandiana Kartika, dalam sidang paripurna istimewa DPRD Kota Malang, Rabu (31/3/2021).

Pria yang akrab disapa Made tersebut juga mengingatkan peringatan HUT Kota Malang bukanlah sebuah kegiatan seremonial belaka. Namun sudah merupakan sebuah keputusan politik, yang didukung fakta sejarah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Legislator yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghargai momentum ini. 

Sebagai generasi penerus bangsa, ia mengajak seluruh masyarakat bukan sekadar menghargai namun juga bertanggung jawab atas pembangunan dan kemajuan Kota Malang.

“Jasmerah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah, hal ini merupakan wujud kita dalam mengapresiasi jerih payah para pemimpin, tokoh masyarakat, tokoh pemuda sebagai pelaku sejarah perjuangan bangsa, khususnya sejarah Kota Malang,” tegasnya.

Berlandaskan semangat persatuan, kesatuan, dan gotong royong, ia yakin segala permasalahan yang ada di Kota Malang dapat terselesaikan dengan baik. 

“Pergunakanlah energi positif kita seutuhnya untuk pembangunan Kota Malang jangan membuang-buang energi untuk hal-hal yang negatif,” ujarnya.

“Sehingga kita harapkan momentum ini adalah momentum yang bersifat persatuan dan berbagi. Salam satu jiwa ini benar-benar menyatukan kita. Kita ambil intisari itu semua, kita ambil api perjuangan pendiri-pendiri dan tokoh-tokoh masyarakat terdahulu kita, itu yang kita harapkan,” tambah dia.

Di tengah kondisi Covid-19 ini, dia meyakini dengan kekompakan dan sinergitas seluruh elemen di Kota Malang akan mampu mengatasi tantangan-tantangan yang ada. 

“Pergunakan energi positif untuk pembangunan Kota Malang. Ini adalah momentum persatuan dan berbagi,” tuturnya. (ace)