Selasa
08 September 2026 | 8 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Haul Emas KH Wahab Chasbullah, Jokowi: Ulama Pejuang yang Ajarkan Cinta Tanah Air

pdip-jatim-kh-wahab-chasbullah-230621

JOMBANG – Presiden Joko Widodo memuji sosok pahlawan nasional KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai sosok ulama yang cinta tanah air. Ulama yang selalu menggelorakan semangat kebangsaan.

“Kita mengenal beliau sebagai ulama besar. Sebagai penggerak dan inisiator berdirinya jamiyah NU (Nahdlatul Ulama). Kiai yang memiliki wawasan luas, berpandangan modern, dengan cita-cita besar dan mulia,” ujar Jokowi.

Ungkapan Presiden itu disampaikan saat memberikan sambutan secara virtual acara Haul Emas KH Abdul Wahab Chasbullah, Selasa (22/6/2021) malam. Sambutan Jokowi tidak berlangsung lama, hanya sekitar 5 menit, namun sarat makna.

Para hadirin di lokasi acara Haul Emas KH Abdul Wahab Chasbullah, Masjid Jamik PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas menyimak melalui layar kaca.

“Beliau dikenal sebagai sosok ulama pejuang yang ajarkan cinta Tanah Air, ‘Hubbul wathan minal iman’, menggelorakan semangat kebangsaan, selalu berjuang untuk tegakkan NKRI,” lanjut Jokowi.

Menurut Jokowi, teladan akhlak Kiai Wahab akan terus abadi menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia. Utamanya dalam menghadapai kondisi seperti sekarang ini.

“Dengan doa para kiai, ulama dan habaib, serta ikhtiar masyarakat, kita akan mampu melewati ujian yang sulit ini dengan kemenangan,” katanya, memungkasi sambutan.

Selain Jokowi, tokoh yang hadir secara virtual adalah Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj yang juga menyampaikan sambutan lewat layar kaca.

Sedangkan yang hadir secara langsung di Masjid Jamik Tambakberas, di antaranya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar.

Hadir juga KH Mustofa Aqiel Siradj, KH Masduki Abdurrahman Alhafidz, Gus Miftah, serta para pengasuh pondok pesantren di Jombang. Haul ke-50 tahun KH Abdul Wahab Hasbullah ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Undangan yang hadir dibatasi, kemudian mereka harus mencuci tangan pakai sabun, serta mengenakan masker.

Gus Miftah dalam kesempatan tersebut di antaranya mengajak warga NU untuk meneladani pendiri NU dan pejuang NKRI KH Abd Wahab Chasbullah.

“Untuk meneladani hikmah beliau yang luar biasa kepada NU, kita jangan meninggalkan tradisi lama yang masih baik di lingkungan NU, di antaranya madrasah diniyah (madin), ngaji Quran dengan turutan, ziarah kubur, tahlil, dan sebagainya, kita harus malu kepada beliau, karena kita bukan siapa-siapa dan tidak ada apa-apanya,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan Desak Pelaku Pembakaran Lahan untuk Sawit Segera Ditindak

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kemudian ...
LEGISLATIF

Jalan Gador-Pakis Rusak dan Lama Dikeluhkan, Doding Turun Langsung Cek Kondisi

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi turun langsung meninjau kondisi jalan rusak yang ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah membangun satu kepemimpinan dalam penanganan bencana yang ...
LEGISLATIF

Buleks: Air Keruh Jangan Dibebankan ke Konsumen, Sumber Masalah Harus Dibuka Transparan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Budi Leksono atau Buleks meminta Perumda Air Minum Surya Sembada ...
LEGISLATIF

Tolak Utang Rp786 Miliar, Fraksi PDI-P Jember Tinggalkan Paripurna KUA-PPAS 2027

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memilih tidak masuk ruang paripurna saat penandatanganan nota ...
KRONIK

Widarto Tolak Utang Rp786 Miliar, Warga Hadiahi Tumpeng

JEMBER – Sepotong tumpeng dibawa warga ke gedung DPRD Jember pada Senin (7/9/2026). Tumpeng tersebut untuk ...