Senin
10 Agustus 2026 | 3 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto Ajak Gen-Z Teladani Soekarno Muda, Berani Dobrak Tantangan Zaman dan Jadi Pelopor Masa Depan

pdip-jatim-251110-sekjen-di-balai-pemuda

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda berani jadi pelopor. Layaknya Ir. Soekarno yang di usia 26 tahun telah membangun tradisi intelektual, mendobrak segala penjajahan dengan ide-ide kerakyatan.

Ajakan tersebut dia sampaikan saat menjadi pembicara gelaran acara HE.RO.IS.ME inisiasi Youth Leaders Forum Surabaya di Balai Pemuda, Minggu (9/11/2025).

Menurutnya, heroisme adalah tentang keberanian, bagaimana kepentingan bangsa dan negara didahulukan. Dan mewarisi cita-cita bangsa, seperti Konferensi Asia-Afrika yang terlaksana dari gagasan para tokoh muda Indonesia.

“Maka heroisme ini peringatan tentang keberanian. Anak muda jangan pernah takut untuk punya ide-ide besar, beranilah untuk punya ide besar dan berimajinasi untuk masa depan kalian,” kata Hasto.

Tradisi intelektual ini, lanjutnya, harus menjadi dasar pedoman generasi muda. Seperti yang dilakukan para pendiri bangsa, Ir Soekarno dengan pemikiran geo politiknya.

Yakni dengan menggali nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara yang terbukti masih relevan, tak hanya secara nasional namun juga di kancah dunia.

Hasto mencontohkan, dari terpilihnya Zohran Mamdani, seorang muslim pertama yang berhasil mencetak sejarah, menjadi Wali Kota New York.

Menurutnya, faktor kemenangan Mamdani karena ia berhasil berani mendobrak hegemoni, turun ke rakyat untuk mengetahui akar masalah, dan merangkul keberagaman menjadi energi baru menghadapi kapitalis.

Terkait hal itu, sebut Hasto, Indonesia sejatinya jauh lebih unggul. Seperti yang tertulis di sila ke-2 dan ke-3 Pancasila. Sayangnya pilar yang harusnya jadi kekuatan itu masih terhalang dengan persoalan suku dan ras oleh sebagian kelompok.

“Selalu ada titik lemah dari kekuatan hegemoni. Inilah yang dilakukan Bung Karno. Dia belajar soal tokoh dunia yang membebaskan bangsanya dan dia merumuskan bahwa Indonesia bisa merdeka ketika terjadi perang Asia Pasifik,” bebernya.

Untuk itu, Hasto menegaskan pentingnya inteletual leadership bagi generasi muda.

Menurutnya, jika ingin menjadi bangsa yang maju maka harus dimulai dari anak mudanya. Hal ini bisa dicapai dengan syarat.

Yakni, ketika generasi muda mampu membangun ide masa depan yang menjawab masalah bangsa saat ini. Hal itu dibarengi dengan semangat menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, dan menguasai sarana komunikasi yang memperkuat keberadaan di tengah grassroots.

“Gagasan sosialisme Indonesia bukanlah gagasan yang usang. Ketika melihat berbagai bentuk penjajahan maka tampillah sebagai pemuda pelopor yang menjawab tantangan jaman, teruslah menggembleng diri,” tuturnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

16 Tim Bertemu di Soekarno Cup, Komarudin: Sepak Bola Harus Jadi Ruang Persatuan Anak Muda

Komarudin Watubun menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Buka Jalan Talenta Pelosok, Eri: Ini Realisasi Mimpi Anak Petani dan Nelayan

Soekarno Cup 2026 membuka panggung bagi talenta muda dari pelosok, termasuk anak petani dan nelayan. Eri Cahyadi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Cup Jadi Wadah Talenta Muda Wong Cilik dan Pembentuk Karakter

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara bagi 16 tim dari berbagai daerah di ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup 2026 Siapkan VAR untuk Semifinal dan Final, Jaga Sportivitas Pertandingan

Soekarno Cup 2026 menyiapkan teknologi VAR untuk semifinal dan final. Panitia juga mendatangkan wasit dari luar ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Kecamatan Pakel Jadi Kandang Banteng Sejati

TULUNGAGUNG – Dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 1999 hingga 2024, tercatat bahwa PDI Perjuangan ...
KRONIK

Hj. Ansari Dorong Masyarakat Perkuat Mitigasi Bencana sejak Dini

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendorong masyarakat memperkuat mitigasi bencana dan kepedulian ...