oleh

Harus Ada Klarifikasi Menyeluruh Soal Kewarganegaraan Arcandra

pdip-jatm-hasto-ssat-di-batuJAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyesalkan jika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar benar terbukti memiliki kewarganegaraan ganda.

Dia pun curiga ada pihak yang menjebak Presiden Joko Widodo (Jokowi), sehingga tidak melakukan pengecekan mendalam mengenai latar belakang Arcandra.

“PDI Perjuangan juga mencermati ada pihak-pihak tertentu yang secara sengaja menempatkan presiden dalam posisi yang sulit. Sehingga tidak melakukan pengecekan dengan seksama ketika calon-calon menteri dibahas pada reshuffle kedua,” kata Hasto, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/8/2016).

Isu Arcandra juga pernah disumpah menjadi warga negara Amerika Serikat dan pernah membuat paspor di negeri Paman Sam itu mencuat pada Sabtu (13/8/2016), atau belum genap sebulan setelah dia dilantik Jokowi dalam reshuffle kabinet jilid II akhir Juli lalu.

Hasto menganggap tuduhan adanya kewarganegaraan ganda pada Menteri ESDM merupakan persoalan fundamental, terkait dengan kedaulatan negara, dan pentingnya ketaatan tunggal bahwa Indonesia tidak mengenal warga negara ganda.

Apalagi, bagi pejabat negara yang memegang peran strategis di sektor energi dan sumber daya alam.

Menurut Hasto, harus ada klarifikasi menyeluruh, mengingat UU no 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan secara tegas menyatakan bahwa WNI secara otomatis kehilangan kewarganegaraan jika yang bersangkutan memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauan sendiri.

“Atas dasar itulah, jika Arcandra Tahar memilki kewarganegaraan Amerika Serikat, maka hal tersebut merupakan persoalan serius, dan implikasinya tidak dapat menjadi pejabat negara,” jelas Hasto.

Dia lantas mengingatkan bahwa ketegangan di Timur Tengah, Laut China Selatan dan lain-lain tidak pernah terlepas dari upaya penguasaan sumber daya alam.

Pun di Indonesia, selalu ada pihak-pihak tertentu yang berkolaborasi dengan kepentingan asing untuk mencoba menguasai kekayaan Indonesia dengan segala cara. Apalagi dalam waku dekat juga akan dilakukan negosiasi terhadap penguasaan blok minyak, gas, batubara, dan berbagai mineral lainnya.

Persoalan Freeport, sebut Hasto, dipastikan mengundang berbagai kepentingan untuk masuk. “Memiliki warga negara ganda akan merancukan dedikasi warga negara Indonesia terhadap bangsa dan negara,” ujar dia.

Hasto meyakini bahwa Presiden akan konsisten menjalankan perintah konstitusi dan melaksanakan UU Kewarganegaraan dan UU Kementerian Negara.

Dia berpendapat, tindakan investigasi harus dijalankan untuk memastikan bahwa Arcandra Tahar memang tidak pernah memiliki kewarganegaraan asing.

Arcandra sendiri saat ditemui wartawan pada Sabtu pagi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta mengaku bertemu dengan presiden.

Saat ditanya apakah pertemuan itu terkait isu kewarganegaraan yang menimpa dirinya beberapa hari terakhir, dia menjawab, “Lihat muka saya, apa? Muka orang Padang begini, kok.” (goek)