Sabtu
03 Oktober 2026 | 6 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Terakhir Kejurnas Balap Sepeda 2025 di Banyuwangi, Para Pembalap Hadapi Medan Ekstrem

PDIP-Jatim-Ipuk-Fiestiandani-30062025

BANYUWANGI – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balap sepeda 2025 yang digelar di Banyuwangi, memasuki hari terakhir, memperlombakan men elite dan women elite nomor Individual Road Race (IRR), pada Senin (30/6/2025).

Dilepas Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, para pembalap pembalap adu cepat di track salah satu tersulit di Asia yakni pegunungan Ijen. Laga pamungkas para pembalap start di depan kantor Bupati Banyuwangi dengan garis akhir di Paltuding, kaki Gunung Ijen, menempuk jarak 175 kilometer.

Lintasan kali ini disebut sebagai salah satu yang paling berat. Tak hanya panjangnya rute, para cyclist juga harus menghadapi medan ekstrem menuju Paltuding yang dijuluki jalur neraka King of Mountain (KOM).

Tanjakan menuju Paltuding beberapa titiknya memiliki gradien kemiringan hingga 23 persen. Para rider memerlukan kekuatan ekstra untuk menaklukkan tanjakan yang dikenal salah satu tersulit di Asia tersebut.

Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PB ISSI karena memilih Banyuwangi sebagai tuan rumah. Menurutnya, event ini membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Banyuwangi.

“Event ini meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Banyuwangi. Hotel dan penginapan kami penuh, UMKM hidup, dan masyarakat ikut merasakan dampaknya,” ujar Ipuk.

Selain itu, Ipuk menyebut Ijen sudah menjadi ikon nasional. Ia berharap, event kejuaraan semacam ini bisa terus berkelanjutan dan melengkapi serangkaian agenda balap sepeda yang digelar tahun ini di Banyuwangi.

“Mudah-mudahan event ini terus berkelanjutan dan melengkapi yang sudah ada. Seperti Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) yang masuk dalam kalender Union Cycliste Internationale (UCI) Asia,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Wakil Ketua Harian PB ISSI, Jadi Rajagukguk, mengatakan, Banyuwangi dipilih karena sudah berpengalaman menggelar kejuaraan. Lebih lagi, pemerintah dan masyarakatnya sangat mendukung.

Ajang ini merupakan rangkaian seleksi para atlet balap sepeda potensial Indonesia untuk disiapkan menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olympic.

“Banyuwangi kami pilih karena infrastrukturnya lengkap, jalurnya berkualitas, dan masyarakatnya sudah terbiasa dengan event olahraga skala besar,” terangnya.

Kejurnas di Banyuwangi digelar empat hari, Jumat-Senin (27-30/6/2025). Ajang ini agenda rutin PB ISSI tiap tahun, dan masuk agenda UCI. Kejurnas tahun ini diikuti sekitar 251 pembalap dari 23 provinsi. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Anas Karno Minta RT/RW Data Warga yang Desilnya Tak Sesuai Kondisi Riil

SURABAYA – Keluhan warga terkait ketidaksesuaian data desil kesejahteraan kembali muncul dalam reses Anggota DPRD ...
KRONIK

Mahasiswa Ramai-Ramai Datangi DPRD Jember, Candra: Jangan Antipolitik

JEMBER – DPRD Jember didatangi sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sepanjang pekan ini. ...
KRONIK

Cegah Kebakaran, Diana Sasa Dorong Pemkab Buat Satu Data Terpadu

MAGETAN — Satu data yang terpadu terkait bencana kebakaran menjadi salah satu faktor dalam upaya pencegahan. Hal ...
KABAR CABANG

Tujuh Hari Wafat Guruh, Ratusan Warga dan Kader PDIP Bangkalan Gelar Doa Bersama

BANGKALAN – Ratusan kader PDI Perjuangan dan masyarakat Kabupaten Bangkalan berkumpul untuk menggelar doa bersama ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Lantik Pengurus Ranting dari 4 Kecamatan

​MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus memperkuat konsolidasi organisasi ...
KRONIK

Buka Turnamen Mini Soccer, Bupati Fauzi Sebut Usia Dini Jadi Fondasi Penting Karakter Pemain

SUMENEP- Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa pembinaan sepak bola tidak boleh berhenti pada ...