Rabu
17 Juni 2026 | 10 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Tani Nasional, DPC Tulungagung Gelar Rembug Petani

PDIP-Jatim-Erma-Susanti-26092025

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan rembug petani di persawahan Desa Bendo, Kecamatan Gondang, pada Kamis (25/9/2025).

Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2025 dan diikuti oleh para petani di wilayah setempat.

“Kita turun ke sawah untuk mendengar dan berdiskusi bersama petani dalam mengatasi permasalahan dan tantangan saat ini,” ujar Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti.

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jatim ini menambahkan, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar, maju dan sejahtera, jika semuanya serius memerhatikan kemajuan pangannya.

Keunggulan komparatif Indonesia adalah lahan yang luas dan musim yang mendukung untuk pertanian. Di sisi lain, pangan adalah sektor penting dan petani adalah penyangga utamanya.

“Memperhatikan nasib petani dan menjaga keberlangsungan pertanian adalah hak yang penting karena jumlah petani semakin sedikit dan miskin penerus,” jelasnya.

Menurutnya, program pemerintah pusat saat ini fokus pada isu pangan atau kedaulatan pangan. Namun, pemerintah tidak boleh hanya berpusat pada produktivitas saja.

Pemerintah juga harus memperhatikan nilai tukar dan kesejahteraan petani atas hasil produksi pertanian yang melimpah.

“Petani harus mendapatkan nilai tambah agar semakin sejahtera, sehingga masyarakat banyak yang tertarik menjadi petani,” terangnya.

Selain kesejahteraan petani, pemerintah juga harus memikirkan keberlanjutan alam. Maka program pertanian di Indonesia harus menuju pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan alam.

“Pertanian organik adalah cara agar unsur hara lahan kita tetap baik dan bisa berlangsung hingga anak cucu nanti,” tuturnya.

Pertanian organik, sebut Erma, mampu menjaga ekologi dan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas untuk dikonsumsi karena memiliki sedikit residu kimia dan aman untuk tumbuh kembang generasi mendatang.

Pertanian organik juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi karena sudah ada percontohan atau demplot pertanian organik yang terbukti produktivitasnya lebih banyak dan tentunya biaya produksinya lebih murah.

“Satu lagi yang menjadi perhatian bahwa teknologi pertanian kita masih kalah dengan negara lain, sehingga belum bisa memberikan nilai tukar yang memadai untuk petani,” ungkapnya.

Erma menegaskan, seluruh kader PDI Perjuangan baik yang ditugaskan di eksekutif maupun legislatif berkomitmen untuk menjawab seluruh tantangan petani saat ini. Termasuk kemandirian terhadap pupuk, dukungan alat pertanian tepat guna, penyediaan bibit unggul dan mewujudkan nilai tambah dan kesejahteraan bagi petani. (sin/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Empat Masalah Serius Sektor Pertanian Kabupaten Pasuruan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti empat persoalan utama yang dinilai ...
KABAR CABANG

PAC Ngariboyo Magetan Salurkan Bantuan untuk Warga Lansia

MAGETAN – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ngariboyo menggelar ...
KRONIK

Novita Hardini Siapkan Jalan bagi Talenta Muda Lewat UPRINTIS Futsal League 2026

Anggota DPR RI Novita Hardini menggelar UPRINTIS Futsal League 2026 sebagai wadah pembinaan talenta muda ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Malang Gelorakan Semangat Gotong Royong Lewat Beragam Aksi Nyata di Bulan Bung Karno 2026

DPC PDI Perjuangan Kota Malang menggelar rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno 2026 mulai dari bakti sosial, bazar ...
KRONIK

PDI Perjuangan Ingatkan 169 Juta Kelas Menengah Terancam Ambruk Imbas Pertamax Naik

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Industri, Perdagangan, dan Tenaga Kerja, Darmadi Durianto, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Raperda Disabilitas Jadi Instrumen Nyata Pemenuhan Hak Warga

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan Raperda Disabilitas harus menjadi instrumen perubahan sosial yang ...