Rabu
13 Mei 2026 | 10 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Santri Nasional, Bupati Sugiri Tekankan Gerakan Ayo Mondok

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-13102025

PONOROGO – Persiapan Hari Santri Nasional (HSN) ke-X yang dipusatkan di Kabupaten Ponorogo terus dikebut oleh pemerintah daerah setempat.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengungkapkan, dalam peringatan HSN kali ini mengambil tema “Gerakan Ayo Mondok” yang difokuskan untuk mengajak generasi muda agar bisa mengemban pendidikan melalui pondok pesantren.

Hal itu disampaikan Sugiri saat rapat koordinasi dengan panitia dari berbagai elemen masyarakat di ruang rapat Bantarangin, pada Minggu (12/10/2025) malam.

“Kami ingin menjaga anak-anak muda yang butuh pelukan kita bersama-sama. Yang belum pernah mengenyam pesantren, disentuh dengan cara teduhnya santri,” ujarnya.

Gerakan Ayo Mondok itu akan digelar melalui berbagai kegiatan dengan konsep yang funky dan millenial, seperti Santri Run, Santri Ekstravaganza, Halaqoh Kebangsaan, Tabligh Akbar, Manuskrip Pesantren, hingga Apel Akbar.

Sugiri juga menegaskan, pihaknya menginstruksikan kepada seluruh elemen masyarakat Ponorogo untuk bersarung ala santri mulai tanggal 13-22 Oktober 2025.

Menurut Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu, Hari Santri bukanlah hanya milik santri, namun milik bersama. Meskipun setiap ormas Islam/pondok pesantren menyelenggarakan acara sendiri, pihaknya mengemas Hari Santri dengan konsep Hari Santri Universal.

“Hari santri kita jadikan santri vaganza yang lebih mbois biar lebih diterima orang yang belum santri,” tandas Kang Giri, sapaan akrabnya.

Sementara itu, ketua panitia Hari Santri, Baharudin Harahap, mengatakan bahwa persiapan Hari Santri sudah mencapai 70 persen.

Percepatan terus dilakukan bersama panitia yang terdiri atas kepala organisasi perangkat daerah (OPD), ormas Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII dan perwakilan pondok pesantren.

“Pesan ‘Ayo Mondok’ yang perlu jadi perhatian bersama kita. Harapannya masyarakat memahami itu dan tidak ragu menyekolahkan anaknya di ponpes,” ujar alumni Pondok Modern Darussalam Gontor itu.

“Bahwa pesantren itu yang perlu dipahami adalah lembaga pendidikan asli Indonesia. Karena berdasarkan literatur, Tegalsari Ponorogo menjadi pionir berdirinya ponpes khususnya di Jawa,” tandasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
KABAR CABANG

Perkuat Narasi Digital, DPC Ngawi Gembleng Kader Muda Kelola Media Sosial

NGAWI – Dinamika era digital telah mengubah perilaku publik secara fundamental, mulai dari cara mengakses informasi ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Jangan Sampai Indonesia Jadi Basis Judi Online Internasional

Puan Maharani mengingatkan pentingnya antisipasi agar Indonesia tidak menjadi basis operasional judi online ...
SEMENTARA ITU...

Dari Anak Buruh Tani, Hafif Memilih Masuk Politik: “Anak Muda Jangan Cuma Mengeluh dari Kejauhan”

Kisah Hafif Rohmatullah, anak buruh tani asal Jember yang memilih masuk politik lewat PDIP demi memperjuangkan ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Pramuka Harus Cetak Generasi Tangguh dan Berakhlak Mulia

Rijanto menegaskan Gerakan Pramuka harus menjadi ruang pembinaan generasi muda yang tangguh, disiplin, dan ...