PONOROGO – Persiapan Hari Santri Nasional (HSN) ke-X yang dipusatkan di Kabupaten Ponorogo terus dikebut oleh pemerintah daerah setempat.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengungkapkan, dalam peringatan HSN kali ini mengambil tema “Gerakan Ayo Mondok” yang difokuskan untuk mengajak generasi muda agar bisa mengemban pendidikan melalui pondok pesantren.
Hal itu disampaikan Sugiri saat rapat koordinasi dengan panitia dari berbagai elemen masyarakat di ruang rapat Bantarangin, pada Minggu (12/10/2025) malam.
“Kami ingin menjaga anak-anak muda yang butuh pelukan kita bersama-sama. Yang belum pernah mengenyam pesantren, disentuh dengan cara teduhnya santri,” ujarnya.
Gerakan Ayo Mondok itu akan digelar melalui berbagai kegiatan dengan konsep yang funky dan millenial, seperti Santri Run, Santri Ekstravaganza, Halaqoh Kebangsaan, Tabligh Akbar, Manuskrip Pesantren, hingga Apel Akbar.
Sugiri juga menegaskan, pihaknya menginstruksikan kepada seluruh elemen masyarakat Ponorogo untuk bersarung ala santri mulai tanggal 13-22 Oktober 2025.
Menurut Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu, Hari Santri bukanlah hanya milik santri, namun milik bersama. Meskipun setiap ormas Islam/pondok pesantren menyelenggarakan acara sendiri, pihaknya mengemas Hari Santri dengan konsep Hari Santri Universal.
“Hari santri kita jadikan santri vaganza yang lebih mbois biar lebih diterima orang yang belum santri,” tandas Kang Giri, sapaan akrabnya.
Sementara itu, ketua panitia Hari Santri, Baharudin Harahap, mengatakan bahwa persiapan Hari Santri sudah mencapai 70 persen.
Percepatan terus dilakukan bersama panitia yang terdiri atas kepala organisasi perangkat daerah (OPD), ormas Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII dan perwakilan pondok pesantren.
“Pesan ‘Ayo Mondok’ yang perlu jadi perhatian bersama kita. Harapannya masyarakat memahami itu dan tidak ragu menyekolahkan anaknya di ponpes,” ujar alumni Pondok Modern Darussalam Gontor itu.
“Bahwa pesantren itu yang perlu dipahami adalah lembaga pendidikan asli Indonesia. Karena berdasarkan literatur, Tegalsari Ponorogo menjadi pionir berdirinya ponpes khususnya di Jawa,” tandasnya. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













