Sabtu
05 September 2026 | 11 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Raya Nyepi, Rijanto Ajak Masyarakat Kedepankan Toleransi dan Saling Menghargai Antar Umat Beragama

pdip-jatim-250322-nyepi-blitar-1

BLITAR – Menyambut Hari Raya Nyepi tahun Saka 1947, ribuan umat Hindu di Blitar Raya menggelar upacara Melasti di Pantai Jolosutro, Kecamatan Wates, Sabtu (22/3/2025).

Padat dan penuh khidmat, demikian suasana yang tergambar di pantai Jolosutro sejak pagi hari. Ribuan umat Hindu tersebut telah berkumpul memadati area upacara Melasti.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Blitar Rijanto, jajaran Forkopimda, Forkopimcam Wates, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota Blitar.

Bupati Rijanto menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Blitar mempunyai visi terciptanya masyarakat yang berdaya, berjaya untuk semuanya.

Visi ini, kata dia selaras dengan keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Blitar. Ini dibuktikan pada upacara Melasti yang berjalan dengan sangat tertib, kompak dan nyaman.

“Kita bisa lihat pelaksanaan upacara Melasti ini berjalan lancar dan kondusif. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menyedot antusiasme masyarakat dan wisatawan yang tak mau ketinggalan untuk mengabadikan momentum tahunan ini,” kata Rijanto.

“Saya rasa dengan meningkatnya partisipasi umat Hindu, kita berharap ke depan acara seperti ini bisa dikembangkan menjadi event wisata religi,”sambung dia.

Dia juga berpesan kepada masyarakat untuk terus mengedepankan toleransi dan saling menghargai antar sesama umat beragama dalam merayakan hari besar agama. Mengingat Hari Raya Nyepi tahun ini hampir bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Blitar untuk selalu menjunjung tinggi toleransi agar setiap umat beragama dapat merayakan hari besar mereka dengan damai dan penuh kebersamaan,” tutur Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar tersebut.

Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Blitar, Priyoko menjelaskan upacara Melasti merupakan salah satu rangkaian perayaan Nyepi.

Ritual ini mempunyai makna pembersihan diri dari perbuatan buruk di masa lalu. Dalam upacara Melasti, umat Hindu melarung sesaji ke laut.

“Kami berharap, seluruh keburukan yang ada dalam diri manusia hilang terbawa ke laut. Kita juga memohon kepada Sang Hyang Widhi untuk selalu memberikan keberkahan dan dijauhkan dari segala bencana,” tutur Priyoko. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...
KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...