Kamis
22 Oktober 2026 | 6 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hamka Haq Tegaskan PDIP Adalah Partai Nasionalis-Religius

pdip-jatim-ngaji-kebangsaan

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Prof Hamka Haq menegaskan, PDI Perjuangan adalah partai nasionalis dan religius. Hal itu ditunjukkan di antaranya dengan pembentukan Bamusi sebagai organisasi sayap PDI Perjuangan, pada 29 Maret 2007.

Pernyataan ini disampaikan Hamka menanggapi tudingan berbagai pihak yang menyebut PDI-P anti Islam. “Tuduhan yang mengatakan PDI Perjuangan anti islam itu tidak benar,” tegas Hamka, dalam sambutan acara Ngaji Kebangsaan dan Peringatan HUT ke-44 PDI Perjuangan di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (21/1/2017) malam.

Selain itu, kata Hamka, setiap hari raya Idul Adha selalu digelar penyembelihan hewan kurban di kantor DPP PDIP.

Salah satu penasihat MUI ini juga menyampaikan sejumlah pencapaian kader-kader PDI-P yang menjabat sebagai pimpinan daerah. Misalnya, keberhasilan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menutup tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara, Gang Dolly.

Selain itu, penutupan tempat prostitusi Kalijodo di Jakarta pada masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat yang merupakan kader PDI Perjuangan.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Sokotunggal, Nuril Arifin Husein (Gus Nuril) menyampaikan, bahwa gelaran ulang tahun partai yang dikemas dengan acara mengaji mencerminkan nilai nasionalisme dan ketuhanan yang menjadi satu padu.

“Bagaimana Islam dan Nasionalisme dan Ketuhanan Yang Maha Esa, spirit kebangsaan kita,” kata Gus Nuril.

Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) ini mengatakan, negara harus hadir melindungi seluruh warganya. Seluruh warga Indonesia, sebutnya, harus memegang teguh Pancasila.

Hal itu terjabarkan dalam konsitusi yang di dalamnya mengakui keberadaan enam agama, yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Gus Nuril menegaskan, perlu ada perlindungan terhadap penganut keenam agama tersebut.

Ia menilai bahwa pihak yang menuding warga lain dengan sebutan kafir tidak sejalan dengan Pancasila sebab menjatuhkan martabat kemanusiaannya. Selain itu, kelompok tersebut rentan memecah-belah kesatuan bangsa.

“Kita enggak bisa lagi menoleransi lagi keadaan yang carut-marut ini sehingga sampai semua orang dikafirkan, dijelekkan, dan dihancurkan martabatnya. Ini sama sekali tidak layak,” kata dia.

Acara Ngaji Kebangsaan ini dihadiri ratusan kader PDI Perjuangan, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto serta jajaran pengurus DPP PDIP, anggota Komisi VIII DPR fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq, dan tokoh lintas agama. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Gelar Cak dan Ning Surabaya Bisa Dicabut

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan gelar Cak dan Ning Surabaya dapat dicabut apabila pemegangnya ...
KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...