Jumat
13 Februari 2026 | 1 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hamka Haq Tegaskan PDIP Adalah Partai Nasionalis-Religius

pdip-jatim-ngaji-kebangsaan

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Prof Hamka Haq menegaskan, PDI Perjuangan adalah partai nasionalis dan religius. Hal itu ditunjukkan di antaranya dengan pembentukan Bamusi sebagai organisasi sayap PDI Perjuangan, pada 29 Maret 2007.

Pernyataan ini disampaikan Hamka menanggapi tudingan berbagai pihak yang menyebut PDI-P anti Islam. “Tuduhan yang mengatakan PDI Perjuangan anti islam itu tidak benar,” tegas Hamka, dalam sambutan acara Ngaji Kebangsaan dan Peringatan HUT ke-44 PDI Perjuangan di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (21/1/2017) malam.

Selain itu, kata Hamka, setiap hari raya Idul Adha selalu digelar penyembelihan hewan kurban di kantor DPP PDIP.

Salah satu penasihat MUI ini juga menyampaikan sejumlah pencapaian kader-kader PDI-P yang menjabat sebagai pimpinan daerah. Misalnya, keberhasilan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menutup tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara, Gang Dolly.

Selain itu, penutupan tempat prostitusi Kalijodo di Jakarta pada masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat yang merupakan kader PDI Perjuangan.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Sokotunggal, Nuril Arifin Husein (Gus Nuril) menyampaikan, bahwa gelaran ulang tahun partai yang dikemas dengan acara mengaji mencerminkan nilai nasionalisme dan ketuhanan yang menjadi satu padu.

“Bagaimana Islam dan Nasionalisme dan Ketuhanan Yang Maha Esa, spirit kebangsaan kita,” kata Gus Nuril.

Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) ini mengatakan, negara harus hadir melindungi seluruh warganya. Seluruh warga Indonesia, sebutnya, harus memegang teguh Pancasila.

Hal itu terjabarkan dalam konsitusi yang di dalamnya mengakui keberadaan enam agama, yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Gus Nuril menegaskan, perlu ada perlindungan terhadap penganut keenam agama tersebut.

Ia menilai bahwa pihak yang menuding warga lain dengan sebutan kafir tidak sejalan dengan Pancasila sebab menjatuhkan martabat kemanusiaannya. Selain itu, kelompok tersebut rentan memecah-belah kesatuan bangsa.

“Kita enggak bisa lagi menoleransi lagi keadaan yang carut-marut ini sehingga sampai semua orang dikafirkan, dijelekkan, dan dihancurkan martabatnya. Ini sama sekali tidak layak,” kata dia.

Acara Ngaji Kebangsaan ini dihadiri ratusan kader PDI Perjuangan, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto serta jajaran pengurus DPP PDIP, anggota Komisi VIII DPR fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq, dan tokoh lintas agama. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Rampungkan Penjaringan Calon Ketua PAC, Kantongi 402 Nama

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro resmi merampungkan rapat pleno ...
LEGISLATIF

Kunjungi Serta Bantu Korban Bencana di Pacitan, Novita Hardini: Kebutuhan Dasar Harus Segera Dipenuhi

PACITAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan bahwa kerja politik tidak boleh berhenti di ruang ...
EKSEKUTIF

Bupati Rijanto Tegaskan Muscablub Pramuka Penentu Arah Pembinaan Pemuda Blitar

BLITAR — Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Gerakan Pramuka Kabupaten Blitar Tahun 2026 digelar sebagai ...
KRONIK

Tiba di Jeddah, Megawati Umrah bersama Prananda dan Puan Maharani

JEDDAH – Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tiba di Jeddah, Arab ...
KABAR CABANG

Banteng Surabaya Kenang Adi Sutarwijono sebagai Kader yang Berjuang di Jalan Sunyi

SURABAYA — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya mengenang Adi Sutarwijono sebagai kader yang ...
LEGISLATIF

Atasi Masalah Sampah, DPRD Kabupaten Pasuruan Dalami Tata Kelola Bank Sampah di Malang

KOTA ​MALANG – Masalah penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) masih menjadi tantangan besar bagi ...