Kamis
28 Mei 2026 | 5 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hadiri Semarak Sanggring, Bupati Gresik Fasih Bercerita Sejarah hingga Resep Kolak Ayam

pdip-jatim-eksekutif-250422-fandi-akhmad-yani-b

GRESIK – Tradisi sanggring atau kolak ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, yang digelar pada malam 23 bulan Ramadan lebih meriah dari tahun sebelumnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika menghadiri kegiatan tersebut menyampaikan tradisi warisan budaya seperti kolak ayam ini harus dilestarikan. Termasuk warisan budaya yang lain.

Gus Yani bercerita, tahun ini mengambil tema “Semarak Sanggring ke 497” telah berjalan sejak turun temurun masa dakwah Putra Sunan Giri pada 1540 lalu.

“Asal mulanya tradisi Kolak Ayam ini tidak lepas dari kisah Sunan Dalem Putra kedua dari Kanjeng Sunan Giri yang membangun masjid di Desa Gumeno sebagai usaha dalam menyebarkan syiar Islam, setelah masjid berdiri Kanjeng Sunan Dalem malah jatuh sakit di Desa Gumeno,” jelasnya, Minggu (24/4/2022).

Karena menderita sakit, ia selalu mengkonsumsi rempah-rempah yang berasal dari daging ayam, jinten dan berbagai macam campuran rempah. Nah, resep ini konon katanya diberikan langsung oleh Mbah Kanjeng Sunan Giri melalui mimpi Sunan Dalem, Sehingga resep ini terus dipakai sampai dilestarikan menjadi tradisi Sanggring Kolak Ayam.

Nama Sanggring sendiri berasal dari kata Sang yang artinya Raja/Penggedhe dan Gring yang artinya gering atau sakit. Jadi Sanggring artinya raja yang sakit. Kepatuhan kepada beliau, warga Desa Gumeno selalu melanjutkan tradisi tersebut setiap tahun.

“Kemudian disebut Kolak Ayam karena bahan utamanya memang berupa daging ayam yang dimasak menggunakan santan sehingga menyerupai kolak,” ungkap Gus Yani.

Prosesi memasak Kolak Ayam yang pertama tersebut bertepatan pada tanggal 22 Ramadhan 946 H (31 Januari 1540 M). Sunan Dalem kemudian berwasiat kepada semua penduduk agar tiap-tiap tahun pada malam tanggal 23 bulan Ramadan diadakan Sanggring atau Kolak Ayam.

“Uniknya saat proses pembuatan kolak ayam yang memasak harus laki-laki semua,” pungkasnya.

Gus Yani mengaku sangat berterimakasih kepada masyarakat Desa Gumeno yang terus mempertahankan tradisi warisan budaya Takbenda Sanggring/Kolak ayam setiap malam ke 23 di bulan Ramadan yang sampai saat ini tetap bertahan dan selalu ramai.

“Tradisi kolak ayam merupakan kearifan lokal yang harus dipertahankan dan dilestarikan, mengingat Gresik adalah kota wali dan kota santri,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gumeno, Hasan Fatoni menambahkan, tradisi Sanggring Kolak Ayam sejak dilanda Pandemi Covid-19 selama dua tahun tetap diadakan namun tidak dibuka untuk umum hanya menyediakan untuk warga lokal saja.

Alhamdulillah tahun ini dibuka untuk umum. Masyarakat membuat 3000 bungkus Kolak Ayam dengan bahan yang dibutuhkan 750 kg gula merah, 250 ekor ayam, 2 kuintal bawang daun, 700 butir kelapa, dan 50 kg jinten bubuk,” ungkapnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Bondowoso Tebar Ribuan Paket Daging Kurban hingga Lereng Argopuro

DPC PDI Perjuangan Bondowoso membagikan ribuan paket daging kurban dari enam sapi ke sejumlah desa hingga lereng ...
KABAR CABANG

PDIP Sampang Potong Lima Ekor Sapi, Iwan: Kami Hadir untuk Kebahagiaan Masyarakat

SAMPANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sampang melakukan pemotongan hewan kurban di lima ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sumenep Bagikan Ratusan Paket Daging Kurban untuk Warga Kurang Mampu dan Lansia

SUMENEP – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep membagikan ratusan paket daging kurban ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ajak Masyarakat Jadikan Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas Sosial

Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha 1447 H sebagai momentum memperkuat gotong ...
ROMANTIKA

Bung Karno Ditembak Saat Salat Iduladha, Sniper: Sosoknya jadi Dua

DOR! Bunyi letusan senapan menyalak diantara barisan jemaah yang sedang melaksanakan salat Iduladha di lapangan ...
KABAR CABANG

Ketika Kupon Terakhir Tersobek, ‘Dapur’ Kurban PDIP Jember Pun Menutup Hari dengan Senyum

DPC PDI Perjuangan Jember menuntaskan pembagian ratusan paket daging kurban Idul Adha 1447 H dengan suasana hangat ...