Kamis
08 Oktober 2026 | 11 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hadapi Efisiensi Anggaran, Pemkab Blitar Perkuat Strategi Adaptif Posyandu

pdip-portal-1770889352161

BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya menjaga kualitas pelayanan kesehatan dasar meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Blitar yang dibuka Bupati Rijanto di Aula PKK Kabupaten Blitar, Rabu (11/2/2026).

Rakor dihadiri jajaran pimpinan daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Blitar sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Blitar Ninik Rijanto, serta para pembina Posyandu tingkat kecamatan.

Dalam sambutannya, Ninik menegaskan rakor menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat komitmen peningkatan kualitas pelayanan Posyandu melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Keberhasilan Posyandu tidak lepas dari kerja keras kader, dukungan lintas sektor, serta pendampingan Tim Pembina di semua tingkatan,” ujarnya.

Kabupaten Blitar saat ini memiliki 1.385 Posyandu dengan dukungan 10.272 kader yang tersebar di 248 desa dan kelurahan. Jumlah tersebut menjadi kekuatan utama dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk percepatan penurunan stunting.

Namun, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak pada program daerah, termasuk Posyandu. Keterbatasan anggaran menuntut strategi adaptif agar pelayanan tetap optimal.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Rijanto menegaskan pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas kesehatan masyarakat.

“Setiap warga Kabupaten Blitar memiliki hak yang sama untuk hidup sehat. Pelayanan kesehatan dasar harus tetap terjaga kualitasnya meskipun berada di tengah kebijakan efisiensi,” tegasnya.

Kader Banteng ini mengajak seluruh pemangku kepentingan mengoptimalkan sumber daya, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong inovasi dan kreativitas agar program tepat sasaran dan berdampak nyata.

Melalui rakor ini, Pemkab Blitar berharap sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, perangkat daerah, dan kader Posyandu semakin solid, sehingga Posyandu tetap menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tengah keterbatasan. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

29 Ribu Rutilahu Mengantre, Eri Irawan Minta Verifikasi Lapangan Diperketat

SURABAYA – Sekitar 29 ribu usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di ...
KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...
MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...
KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...
EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...