BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya menjaga kualitas pelayanan kesehatan dasar meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Blitar yang dibuka Bupati Rijanto di Aula PKK Kabupaten Blitar, Rabu (11/2/2026).
Rakor dihadiri jajaran pimpinan daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Blitar sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Blitar Ninik Rijanto, serta para pembina Posyandu tingkat kecamatan.
Dalam sambutannya, Ninik menegaskan rakor menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat komitmen peningkatan kualitas pelayanan Posyandu melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Keberhasilan Posyandu tidak lepas dari kerja keras kader, dukungan lintas sektor, serta pendampingan Tim Pembina di semua tingkatan,” ujarnya.
Kabupaten Blitar saat ini memiliki 1.385 Posyandu dengan dukungan 10.272 kader yang tersebar di 248 desa dan kelurahan. Jumlah tersebut menjadi kekuatan utama dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk percepatan penurunan stunting.

Namun, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak pada program daerah, termasuk Posyandu. Keterbatasan anggaran menuntut strategi adaptif agar pelayanan tetap optimal.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Rijanto menegaskan pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas kesehatan masyarakat.
“Setiap warga Kabupaten Blitar memiliki hak yang sama untuk hidup sehat. Pelayanan kesehatan dasar harus tetap terjaga kualitasnya meskipun berada di tengah kebijakan efisiensi,” tegasnya.
Kader Banteng ini mengajak seluruh pemangku kepentingan mengoptimalkan sumber daya, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong inovasi dan kreativitas agar program tepat sasaran dan berdampak nyata.
Melalui rakor ini, Pemkab Blitar berharap sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, perangkat daerah, dan kader Posyandu semakin solid, sehingga Posyandu tetap menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tengah keterbatasan. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










