Sabtu
08 Agustus 2026 | 11 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gus Yani Tegaskan Komitmen Gresik Jadi Kabupaten Layak Anak, Berikut Capaian 5 Klaster Parameter

IMG-20220420-WA0019_copy_1200x676_1_copy_1200x676

GRESIK –  Pemerintah kabupaten Gresik berkomitmen mewujudkan kabupaten layak anak (KLA). Hal itu disampaikan saat proses verifikasi faktual lapangan dan online dan evaluasi KLA kabupaten Gresik.

Kegiatan digelar daring dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, serta Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, anak-anak mempunyai peran yang sangat penting. Sehingga hak mereka harus terpenuhi dan harus mendapatkan perlindungan khusus.

Gus Yani sapaan akrabnya meyebutkan, kabupaten Gresik memiliki 9 navigasi perubahan Nawakarsa yang menjadi program prioritas pembangunan.

Diantaranya terdapat 5 navigasi yang mendukung kabupaten layak anak. Gresik baru dalam perda no 2 tahun 2022 tertuang dalam RPJMD 2021-2026 memiliki 5 misi pembangunan yang dijabarkan ke dalam 9 sasaran.

“Enam sasaran memiliki keberpihakan dan signifikan untuk mewujudkan keadilan gender dan perlindungan anak di kabupaten Gresik,” ujar bupati yang diusung PDI Perjuangan tersebut, Selasa (6/6/2023).

Secara nasional KLA adalah bagian dari agenda pencapaian Indonesia Layak Anak tahun 2030. Ini juga berhubungan langsung dengan pencapaian 8 dari 17 tujuan dalam SDgS (Sustainable Development Goals).

Tujuan pembangunan berkelanjutan dalam RPJMD dan nilai capaian KLA merupakan salah satu indikator sasaran kinerja.

“Pemkab Gresik berkomitmen menjadikan hak anak, sebagai salah satu prioritas dan menjadi salah satu kerangka dasar perencanaan dan penganggaran di semua sektor,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Pemkab Gresik juga terus mendorong jajaran OPD untuk berinovasi dalam perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak, didasarkan kepada lima klaster.

Capaian Lima Klaster

Satu, pencapaian untuk klaster hak sipil dan kebebasan diwujudkan dalam bentuk pemenuhan hak anak melalui Akte Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Cakupan akte kelahiran dan KIA didukung inovasi Dispendukcapil bekerjasama dengan Fasilitas Kesehatan (Faskes). Melalui 32 Puskesmas dan 22 rumah sakit dan klinik,” imbuhnya.

Dua, klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, diwujudkan dengan pencegahan perkawinan pada usia anak, tersedianya lembaga konsultasi keluarga.

Tiga, untuk klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan, diwujudkan dengan kesehatan ibu dan anak, kawasan tanpa asap rokok dan terbentuknya lingkungan sehat.

Empat, klaster pendidikan, dengan  pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya diwujudkan dengan wajib belajar 12 tahun, sekolah ramah anak, serta terbentuknya fasilitas kegiatan budaya, kreatifitas dan rekreatif yang ramah anak.

Pada klaster pendidikan, juga pengembangan anak usia dini Holistik Integratif (HI) dengan terbentuknya PAUD HI (Holistik Integratif), lembaga pengasuhan alternatif, serta infrastruktur ramah anak di ruang publik.

Lima, klaster perlindungan khusus, diwujudkan dengan pendirian Unit Pelayanan Terpadu (UPT) perlindungan perempuan dan anak dan tersedianya shelter dan rumah aman.

Gus Yani menambahkan, evaluasi KLA ini bukan lomba yang bisa menang atau kalah. Tetapi, mengevaluasi sampai sejauh mana, upaya-upaya dalam rangka pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak, sesuai dengan tugas dan fungsi di OPD masing-masing.

“Untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA), diperlukan kolaborasi, menyamakan persepsi antar stakeholder. Sehingga kebijakan dan program yang disusun benar-benar saling bersinergi,” pungkasnya. (mus/hs)

Foto ilustrasi/atas: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, secara simbolis memberikan santunan untuk 1000 anak yatim dan piatu di rumah dinas, Selasa (19/4/2022) malam.

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pelatihan Pupuk Organik di Kanor Bojonegoro, Solusi Petani Tekan Biaya dan Rawat Tanah

BOJONEGORO – Tingginya harga pupuk kimia yang mengerek beban biaya produksi memicu gerakan kemandirian tani di ...
HEADLINE

Soekarno Cup Bukan Sekadar Sepak Bola, tapi Membangun Karakter Bangsa

Said Abdullah menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi sarana membangun karakter ...
SEMENTARA ITU...

Dukung PKDI Lumajang di Cup II 2026, Agus Wicaksono Targetkan Juara

LUMAJANG — Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, H. Agus Wicaksono SSos, hadir langsung ...
KABAR CABANG

Musran dan Musranran se Kecamatan Sumbergempol Selesai, Targetkan Penambahan Kursi DPRD Tulungagung

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Kecamatan ...
KRONIK

PUDAM Bangkalan Sehat dan Berprestasi, Bupati Lukman Targetkan Peningkatan PAD

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan peran penting perusahaan daerah terhadap peningkatan ...
SEMENTARA ITU...

Rijanto: Blitaria Expo Jadi Etalase Pembangunan dan Penggerak Ekonomi Kabupaten Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan Festival Manggih Raharjo Blitaria Expo bukan sekadar perayaan Hari Jadi ...