Selasa
15 September 2026 | 1 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gus Yani Sebut Pencabutan Pupuk Perikanan Bersubsidi Bebani Petambak

pdip-jatim-eksekutif-230322-fandi-akhmad-yani-1

Budidaya ikan bandeng Gresik sumbang 60 persen produksi nasional.

GRESIK – Pencabutan pupuk bersubsidi sangat berdampak pada hasil produksi perikanan, utamanya petani tambak di Kabupaten Gresik. Hal itu disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai menghadiri pelantikan DPC HKTI se-Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Bupati dari PDI Perjuangan tersebut menyebutkan, hasil perikanan di Kabupaten Gresik sangat besar. Utamanya Ikan Bandeng yang telah menyumbang 60% dari total produksi perikanan budidaya secara nasional.

Besarnya potensi tersebut, Kabupaten Gresik sudah mendapat dasar hukum dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membentuk suatu kawasan yang dinamakan Kampung Bandeng.

Oleh sebab itu, petani tambak butuh pupuk bersubsidi agar membantu meringankan beban petani. Karena, dengan pupuk tersebut bisa memunculkan makanan alamiah seperti tumbuh plankton, rumput laut. Sehingga, petani tidak selalu bergantung pada pakan industri.

“Oleh karena itu, selain pemerintah daerah, HKTI juga bisa menyuarakan keluhan para petani tambak, khususnya yang ada di Kabupaten Gresik,” kata Gus Yani yang juga Wakil Ketua II HKTI Jatim, bidang kelautan perikanan dan perkebunan, Rabu (23/3/2022).

Selain itu, pentingnya branding hasil perikanan maupun pertanian supaya bisa menembus pasar global. Misalnya, setiap peringatan Hari Tani Nasional mengadakan event besar dengan memamerkan hasil pertanian dan perikanan dari semua daerah di Jawa Timur.

“Ini akan menjadi daya pikat tersendiri bagi pengunjung yang hadir dalam event tersebut. Dampaknya pada peningkatan ekonomi pada sektor pertanian maupun periksanan di tiap daerah masing-masing,” imbuh bupati milenial tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum DPP HKTI Jenderal (Purn) Moeldoko mengajak seluruh pengurus DPC HKTI se-Jawa Timur agar berkolaborasi dengan seluruh pemerintah daerah. Juga menjembatani pemerintah daerah dengan para petani, serta dengan dunia akademis sebagai pusat riset pertanian.

“HKTI harus bisa memberikan harapan baru kepada petani. Jangan HKTI ikut-ikutan mengeluh. Kita tahu saat ini pupuk mahal, karena pengaruh geo politik, maka kita bisa memanfaatkan pupuk organik,” imbuhnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...
KRONIK

Amin Thohari Kembali Salurkan Air Bersih, Kini 2 Desa di Kedungadem

BOJONEGORO– Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Amin Thohari, kembali menyalurkan bantuan air ...
LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...
LEGISLATIF

Puan Kenang Jejak Bung Karno dan Bulgarian Rose dalam 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Bulgaria

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mengenang kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961, saat ...
LEGISLATIF

Developer di Gresik Tak Sediakan Lahan Makam Terancam Sanksi

GRESIK – Pengelolaan pemakaman menjadi perhatian serius wakil rakyat kabupaten Gresik. Pasalnya, perumahan kian ...