Senin
28 September 2026 | 7 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Guntur Wahono Dorong Gen Z Perkuat Ilmu dan Kepedulian untuk Indonesia Emas

pdip jatim 260928 sowan blitar 1

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menegaskan, generasi muda harus menyiapkan diri sejak sekarang untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Tidak cukup hanya mengandalkan jumlah sebagai bonus demografi, generasi muda harus memiliki keunggulan, memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, serta memiliki semangat untuk berjuang bagi kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Guntur saat menggelar Sosialisasi Dewan (Sowan) hari keempat dengan mengangkat tema demokrasi dan bonus demografi bersama generasi Z di Feeling Caffe, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur Muhammad Yahya dan Ketua KPU Kota Blitar Rangga Bisma Aditya sebagai narasumber. Diskusi dimoderatori Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Aryo Nugroho.

Dalam kegiatan itu, para peserta mendapatkan materi mengenai demokrasi yang dikaitkan dengan pemikiran Bung Karno tentang membangun kembali dunia, sekaligus tantangan bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia.

Guntur mengatakan, kesiapan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan Indonesia menuju 2045. Karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan generasi muda memperoleh kesempatan dan bekal yang memadai.

“Kalau kita menginginkan 2045 sebagai tahun emas, tentu harus diisi oleh generasi muda. Menyiapkan mereka menjadi calon pemimpin masa depan merupakan kewajiban yang harus dilakukan secara bersama, termasuk oleh pemerintah,” kata Guntur.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar tersebut menilai pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan masing-masing keluarga. Pemerintah perlu hadir melalui kebijakan dan dukungan anggaran pendidikan agar generasi muda memiliki kapasitas sesuai kebutuhan masa depan.

Menurut Guntur, keterlibatan anak muda dalam kehidupan politik juga perlu diperkuat. Sebab, masih ada generasi muda yang memandang politik secara negatif sehingga memilih bersikap apatis.

“Generasi muda perlu memahami bahwa politik tidak selalu identik dengan hal yang buruk. Politik juga merupakan jalan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, mengangkat harkat dan martabat manusia serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap forum Sowan tersebut tidak sekadar menjadi ruang sosialisasi, tetapi juga menjadi wadah bagi Gen Z untuk memperluas wawasan dan mempersiapkan diri mengambil peran di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik.

“Jangan sampai ketika Indonesia menuju Indonesia Emas, generasi mudanya tidak memiliki keunggulan. Mereka harus menyiapkan diri, menambah ilmu pengetahuan, memiliki wawasan luas dan punya niat berjuang untuk kepentingan masyarakat,” tegas Guntur.

Guntur yang juga duduk sebagai Anggota Komisi C DPRD Jatim menambahkan, pemerintah perlu memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi.

Dukungan tersebut, kata dia, dapat dilakukan melalui berbagai program sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk kegiatan kepemudaan maupun pengembangan usaha.

Ia menyebut aspirasi masyarakat menjadi salah satu dasar dalam menentukan bentuk fasilitasi program. Selama program tersedia melalui APBD Jawa Timur dan terdapat usulan yang sesuai, pihaknya akan berupaya mendorong agar dapat direalisasikan.

“Pemerintah akan memfasilitasi manakala masyarakat mengusulkan. Kalau masyarakat tidak pernah menyampaikan usulan, pemerintah bisa menganggap mereka tidak membutuhkan. Karena itu, ruang komunikasi seperti ini penting,” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur Muhammad Yahya mengatakan, bonus demografi bukan sekadar persoalan besarnya jumlah penduduk usia produktif. Kondisi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kapasitas agar generasi muda mampu menjadi kekuatan pembangunan.

“Banyak yang sudah familiar dengan istilah bonus demografi, tetapi belum semuanya memahami apa yang harus dipersiapkan. Karena itu, Gen Z harus mengetahui tantangannya dan mempersiapkan kapasitas diri secara bertahap,” kata Yahya.

Salah satu tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, lanjut Yahya, adalah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, Gen Z harus mampu menguasai teknologi, bukan justru dikendalikan oleh perkembangan teknologi.

“Literasi harus terus diperbaiki dan diperbanyak. Harapannya, teman-teman Gen Z bisa menjadi agen perubahan yang benar-benar menguasai perkembangan, termasuk AI dan dunia digital,” ujarnya.

Selain kemampuan digital, Yahya juga menekankan pentingnya mengenali potensi diri dan membangun kemampuan kolaborasi. Anak muda perlu mengetahui bidang yang menjadi kekuatannya dan mengembangkan kemampuan tersebut secara serius.

“Kalau memiliki kemampuan public speaking, maka harus dikembangkan. Kalau menguasai bidang digital, juga harus mampu berkolaborasi dengan baik. Intinya, harus mengenal diri sendiri dan mengetahui potensi yang dimiliki,” katanya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Aryo Nugroho menambahkan, generasi muda perlu memiliki sikap kritis terhadap jalannya pemerintahan.

Menurutnya, kemudahan teknologi tidak boleh membuat anak muda kehilangan kemampuan memahami substansi kebijakan yang dibuat pemerintah.

“Generasi muda harus tetap berpikir secara mendasar dan kritis terhadap setiap kebijakan yang dilaksanakan pemerintah. Mereka harus mampu mengambil peran, baik melalui gagasan maupun aksi nyata,” kata Aryo.

Legislator PDI Perjuangan tersebut menilai, persiapan menuju Indonesia Emas 2045 harus dilakukan sejak sekarang. Generasi muda yang saat ini berada pada usia produktif nantinya menjadi kelompok yang menikmati sekaligus menentukan keberlanjutan pembangunan.

Karena itu, ia mendorong adanya wadah yang lebih luas bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas, termasuk melalui ekonomi kreatif, ekonomi digital maupun sektor produktif lainnya.

“Potensi dan kreativitas anak muda harus mendapatkan dukungan. Pemerintah dapat memberikan dukungan melalui program, peralatan maupun kebijakan yang memungkinkan mereka mengembangkan kemampuan,” ujarnya.

Aryo juga menilai pendidikan politik penting diberikan kepada generasi muda. Sebab, berbagai kebijakan publik pada akhirnya lahir melalui proses politik.

“Jangan sampai anak muda apatis terhadap politik. Setiap kebijakan yang dihasilkan pemerintah juga melalui proses politik. Karena itu, generasi muda perlu memahami politik secara positif dan ikut mengambil bagian dalam menentukan arah pembangunan,” pungkasnya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Wahono Dorong Gen Z Perkuat Ilmu dan Kepedulian untuk Indonesia Emas

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menegaskan, generasi muda harus menyiapkan ...
KRONIK

Banyuwangi Luncurkan Bapenda Online 24 Jam, Permudah Layanan Pajak

BANYUWANGI – Mempermudah layanan administrasi perpajakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meluncurkan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Tunjungan Romansa, Donasi Ilegal dan Eksploitasi Hewan Disorot

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan di kawasan Jalan Tunjungan atau Tunjungan ...
KRONIK

DPC Bojonegoro Berduka untuk Mas Guruh, Kirim Air Bersih ke 7 Desa Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Seluruh jajaran DPC PDI Perjuangan Bojonegoro berduka seiring berpulangnya, Guruh Irianto ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Desak Pemprov Perketat Perlindungan Data Warga untuk Cegah Pinjol Ilegal

SURABAYA – DPRD Jawa Timur mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memperkuat sistem pelindungan data pribadi ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono: Aspirasi Anak Muda Harus Berujung Kebijakan, Bukan Berhenti di Forum

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menegaskan, persoalan yang disampaikan ...